Bonsai on the Rock: Tidak Harus Mencongkel

Kimeng koleksi Fathur ProbolinggoBonsai dan batu, ibarat dua elemen yang tak terpisahkan. Meski keberadaan batu bukan menjadi suatu keharusan, namun batu mampu memberikan impresi tersendiri terhadap keindahan bonsai. Persoalannya, apakah batu juga menjadi elemen yang ikut dinilai dalam suatu kontes bonsai?

Keberadaan Bonsai on the Rock alias bonsai di atas batu, adalah hal menarik yang layak dicatat tersendiri. Hanya saja, para penggemar bonsai jangan sampai merusak lingkungan. Sebab ada saja pemburu bakalan bonsai yang menjajakan bonsai-bonsai di atas batu dan langsung dicongkel dari alam aslinya, yang pasti tandus. Mereka menjajakan dengan bangga bonsai-bonsai itu di stand bursa. Membanggakan cerita saat pengambilannya yang teramat sulit. Padahal, sebagai bakalan, bisa dikatakan nyaris tak bernilai.

Penggemar bonsai Robert Steven dan Soelistyosidhi, sama-sama menyayangkan para pemburu itu yang tidak mengindahkan kelestarian lingkungan. Sebab, Bonsai on the Rock tidak harus menjadi dicongkel dari alam, melainkan dapat direkayasa secara kreatif. kalangan penggemar bonsai dari Trenggalek misalnya, dengan cerdik memanfaatkan potensi batuan yang sudah artistik sejak dari alam aslinya. Batuan yang banyak terdapat di kawasan pantai selatan itu malah memberikan nilai lebih bagi bonsai yang biasa-biasa saja kalau tampil dengan pot biasa.

Belakangan malah muncul kreasi, bagaimana membuat batu tiruan dari semen.Dan supaya nampak kesan alaminya, dipoles dengan larutan karat besi, sebagaimana yang dilakukan pembonsai dari Blitar. Sementara di Tuban, ada pembonsai yang sanggup menghadirkan batu dari semen namun sama sekali tidak kelihatan asalnya.Sudah persis batu asli.

Fakta ini seharusnya menyadarkan para pemburu dan penjaja bonsai, yang terlalu “menjual cerita” ketimbang menawarkan nilai bonsainya sendiri. Bahwa meski tumbuh di atas batu, belum jaminan menjadi bakalan bonsai yang bagus. Padahal, yang mereka banggakan justru batunya itu. – hnr

(dikutip dari majalah JELAJAH BONSAI edisi 01 – 2010

3 Responses

  1. Mantab banget, saya juga penggemar bonsai kelas berat nih😀

  2. salam bonsai dari semarang

  3. salam dari cah karangawen !!!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: