Diskusi PPBI Cabang Sidoarjo. Hikmah dari Pameran ASPAC

komunitas-1.jpgHikmah apakah yang dapat dipetik dari pameran ASPAC di Bali yang baru lalu? Menurut Wahjudi D. Soetomo, hasil penilaian para juri yang semuanya dari mancanegara itu ternyata semakin menguatkan anggapan bahwa bonsai adalah karya seni rupa.

Idealnya, karya seni rupa memang tidak bisa dinilai secara matematis. Namun dalam prakteknya penilaian tetap dibutuhkan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap bonsai. Diskusi yang digelar Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Sidoarjo bulan ini (10/11) diisi dengan pembicara Drs. H. Wahjudi D. Soetomo, pakar bonsai independen yang juga sarjana seni rupa.

Dilangsungkan di kebun tanaman Husni Bahasuan di kawasan perumahan Bintang Diponggo Surabaya, acara berlangsung akrab lantaran semua duduk lesehan di gazebo yang sengaja diperluas untuk persiapan acara ini. Bukan hanya anggota PPBI Cabang Sidoarjo saja yang hadir, tapi juga nampak anggota PPBI Cabang Surabaya, Ponorogo, juga penggemar bonsai dari Sumenep, dan beberapa muka baru.

Menurut pengamatan Wahjudi, hasil penjurian bonsai ASPAC 2007 di Bali yang lalu menunjukkan adanya kemajuan apresiasi di dunia perbonsaian pada umumnya. Kalau selama ini kita terpaku pada koridor konvensional maka kali ini kita dikejutkan adanya kenyataan bahwa penjurian menghasilkan mayoritas bonsai nonkonvensional atau bonsai kontemporer.

Mengapa hasil penjurian bonsai ASPAC 2007 mayoritas bonsai kontemporer? Wahjudi menjawab sendiri, barangkali ini sebuah inspirasi bagi para pebonsai Indonesia untuk segera membuat kerangka pemikiran tentang paradigma baru bonsai kontemporer.

Kita bukan tidak mengenal bonsai kontemporer, kata Wahjudi, hanya saja upaya pemahamannya masih sangat memprihatinkan. Orang masih enggan kalau diajak bicara tentang keindahan. Keindahan selalu diterjemahkan secara subyektif, tergantung masing-masing orang. Bagaimana bisa komunikatif, pendapat masing-masing orang tidak sama. Barangkali ini merupakan kendala kenapa apresiasi bonsai di tanah air selalu tertinggal.

Kesadaran bahwa keindahan itu adalah sebuah ilmu kelihatannya masih sangat rendah. Padahal ini adalah solusi, karena ilmu sifatnya universal, jadi bisa dikomunikasikan dengan banyak orang.

Pertemuan yang berlangsung akrab itu dipungkasi dengan dialog interaktif membahas dua buah bonsai yang sengaja dihadirkan Wahjudi. Bonsai pertama, santigi, sudah jadi, sedangkan satunya, wahong, masih berupa bakalan. Alhasil, diskusi berjalan dinamis. -hen

7 Responses

  1. Bisa minta alamatnya,saya pengen belajar banyak tentang bonsai.kebetulan saya tinggal di sidoarjo

  2. Mohon diberikan ulasan santigi mengenai :
    1. media tanam
    2. pemindahan bakalan yg semula masih pasir laut diganti dengan media baru
    3. kulit batang santigi mudah mengelupas apa penyebabnya adn solusinya.
    4. pupuk apa yg bagus, vitamin atau jenis pestisi apa yg bisa dipakai untuk santigi.
    5. untuk wahong laut gimana prospeknya…?

  3. apakah bonsai tempelan layak untuk diperlombakan.

  4. Bonsai tempelan, menurut hemat saya layak saja jika diperlombakan, dengan syarat bahan tempelan sudah menyatu dengan Bonsai asli.

  5. Tanggapan untuk bapak Kristanto….Wahong laut bahannya terlalu banyak. Mekanisme Pasar mengenai produk itu, dikhawatirkan akan mengalami Oversupply. Bagaimana kalau Jeruk Kingkit saja, Kawis, Lada-lada. Akan tetapi diakui, perawatan Wahong Laut relatif mudah dibandingkan dengan Spesies seperti Jeruk Kingkit…….

  6. Salam Bonsai & Bahagia selalu.
    Hayoo … kita ” merapatkan barisan ” untuk kemajuan bonsai Indonesia dan tidak menjadi ” The Follower ” tetapi mencoba untuk menjadi ” Trendsetter ” di dunia Bonsai International karena kita semua BANGGA sebagai SENIMAN BONSAI INDONESIA dan BANGGA DENGAN KEUNIKAN MASING – MASING SENIMANNYA serta KARYANYA, seperti PELUKIS, PEMATUNG, PEMUSIK, PENARI atau bidang seni lainnya!!! Seni, apapun jenisnya ( Musik, Lukis, Patung, Photografy, Tari, Bonsai dll. adalah PERSONAL TASTE, YOUR TASTE!!! Dengan kata lain EKSPRESIKAN AKSIMU dan JADILAH DIRI SENDIRI seperti MICK JAGGER atau MASAHIKO KIMURA!!!
    Salam hangat dan SELAMAT BERKARYA

    Tedy Boy – Bonsai – Bandung
    http://www.tedyboybonsai.blogspot.com

  7. Salam Bonsai & Bahagia selalu.
    Semoga suatu saat kelak hobi sederhana seperti HOBI BONSAI yang kita cintai ini bisa memberikan manfaat yang LUAR BIASA untuk KEBANGKITAN BANGSA INDONESIA.
    Salam hangat & SELAMAT BERKARYA,

    Tedy Boy – Bandung
    http://www.tedyboybonsai.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: