PPBI Cabang Sidoarjo Harus Kembali Berjaya

husny.jpgPerhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Sidoarjo harus kembali berjaya seperti dulu. Tekat itulah yang dicanangkan oleh Husni Bahasuan, ketika terpilih menjadi ketua PPBI Cabang Sidoarjo. Pemilik dan Direktur Behaestex ini memang orang baru di dunia bonsai, baru sekitar empat tahun, namun dunia tanaman hias sudah ditekuninya selama puluhan tahun. Husni menggantikan J. Tammy Sulaiman, yang mengakhiri jabatannya sebagai ketua sejak tahun 2003 yang lalu.

Dalam pemilihan pengurus yang berlangsung di kebun Bu Wenas di kawasan Prapen (11/5), Husni menjadi satu-satunya calon ketua umum, setelah Bu Wenas mengundurkan diri. Meski demikian, pemilihan tetap memberikan kesempatan pada anggota untuk memilih calon lain. Tapi ternyata, anggota yang hadir hampir secara aklamasi tetap memilih Husni.

Tugas besar yang segera menghadang adalah, persiapan mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) PPBI di Surakarta awal Juni ini. Husni berjanji siap melakukan gerak cepat, segera melakukan konsolidasi, karena harus mengirimkan perwakilan dalam hajat besar penggemar bonsai tersebut. “Meski sebetulnya saya tidak punya keinginan sama sekali menjadi pengurus, namun bagi saya, kepercayaan ini adalah amanah,” ujar lelaki kelahiran Gresik 15 Juni 1959 ini.

Menyadari belum punya banyak pengalaman dalam organisasi bonsai, Husni berharap dukungan para senior PPBI dalam menjalankan roda lembaga. Yang dia angankan, bagaimana lembaga ini kembali aktif mengadakan pameran dan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan sumberdaya manusia penghobi bonsai. Soal penjurian misalnya, selama ini masih banyak kontroversi antara yang menang dan yang kalah. Seharusnya, setiap kali selesai kontes, ada semacam forum pertanggungjawaban dari juri kepada peserta. Dan hal itu sebetulnya sudah ada aturannya, namun belum sepenuhnya dijalankan.

Obat Stress

Selama ini, hobi tanaman yang ditekuni Husni memang sebatas hobi, tidak ada muatan bisnis sama sekali. Beberapa kali wisata flora diikutinya, sampai dengan ke luar negeri. Semuanya itu sebagai sarana penyeimbang dari kegiatan bisnisnya. Apalagi, dengan adanya bonsai ini, maka kesibukan dalam dunia hobi ini tak ubahnya penawar stress.

Sebagai penggemar bonsai, hanya dalam tempo empat tahun Husni sudah mengumpulkan sekitar 200 pohon dari berbagai macam jenis, yang ditata sedemikian rupa di lahan khusus di sekitar Mayjen Sungkono Surabaya seluas 1500 meter persegi. Dulu, kata Husni, bonsai dianggapnya sebagai hobi yang njelimet, butuh waktu lama, sehingga dia tidak tertarik. Tetapi setelah tahu bahwa ada rekayasa menjadikan bonsai seperti pohon tua, Husni baru sadar, bahwa bonsai adalah seni hobi tanaman yang memberikan tantangan tersendiri.

Hal ini sesuai dengan karakter Husni yang menyukai tantangan, sebagaimana dia suka melakukan kreasi pada tanaman hias yang dimilikinya. Memelihara bonsai juga dinilai seirama dengan kesibukannya sebagai pebisnis, karena misalnya ditinggal 1-2 hari masih aman-aman saja. Lain dengan tanaman hias, apalagi burung atau hewan peliharaan. Dan ternyata, Husni pernah memiliki lebih dari 1000 (seribu) burung.

Dia akui, bahwa untuk menyenangi bonsai butuh ketekunan, keseriusan, dan modal yang tak sedikit. Ketika masih mencoba dulu, sempat mengalami masa konyol karena salah pilih. “Bonsai itu tetap saya simpan,” kenangnya. Kemudian, menyadari keterbatasannya, kemudian Husni mendatangkan tenaga trainer tersendiri, yaitu Agus Widjanarko dan Syaiful Arif, yang rutin mengunjunginya dua hari dalam satu minggu. Meski begitu, toh alumnus Teknik Kimia UPN ini tetap ikut terjun langsung menangani, sekalian sambil belajar. Lagi pula, dia merasa perlu untuk melakukan komunikasi terus menerus dengan bonsainya. -hnc

Majalah Kembang, edisi 1, 2007

4 Responses

  1. pak husni..tumben mancung2 harman karo tumbu2an..

  2. Pak Husni, perkembangan Bonsai Kawìs kedepanya apa ada harapan yg menjanjikan,,?

  3. Pak Husni, perkembangan bonsai apa harus seperti manusia yg selalu di kasihi dan di munafiki….?? apakah nanti bonsai juga bisa dapat azab seperti kita nanti kalau mati…?? Bravo pak husni

  4. saya hobi banget mengenai bonsai sejak kecil, yang sampai saat ini juga masih aku pelihara. sudah berumur 30 tahunan. kalau di jogja dimana ya kantor ppbi nya. tks..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: