Pertemuan Anggota: Tidak Mudah Ciptakan Bonsai Konvensional

komunitas-ppbi-cab-sidoarjo-2.jpgBonsai konvensional seringkali diremehkan dan dianggap ketinggalan jaman. Padahal, tidak mudah membuat bonsai konvensional. Tidak banyak yang mampu menciptakan bonsai konvensional. Karena faktor kesulitan itulah kemudian banyak orang meninggalkan dan melupakannya.

Dalam pertemuan anggota PPBI Cabang Sidoarjo (7/9), Wawang Sawala memaparkan, bahwa secara umum ada tiga gaya dalam bonsai. Konvensional, gaya bebas (freestyles) dan gaya kontemporer. Disebut konvensional manakala mengkuti aturan-aturan yang baku sebagaimana ditetapkan pada masa awal bonsai dipopulerkan. Dalam cakupan konvensional ini, ada lima gaya dasar bonsai, yaitu Formal, Informal, Slanting, Semi Cascade dan Casde.

Sedangkan disebut gaya bebas (freestyles) adalah bersumber dari keberadaan pohon di alam aslinya, yang kemudian dikreasi sedemikian rupa sebagai unsur-unsur seni. Disebut gaya Kontemporer, manakala lebih banyak kadar ekspresinya.

Berbicara dihadapan sekitar 18 anggota yang kebanyakan anggota baru dan masih pemula dalam bonsai, beragam pertanyaan muncul, mirip konsultasi. Namun justru hal itu yang menjadikan suasana hidup, karena hampir semua peserta terlibat. Ada yang bertanya soal media, pupuk, jenis pohon, sampai dengan menyangkut adenium yang mirip bonsai. Tidak terkecuali, kabar mengenai pameran nasional ASPAC di Bali yang baru lalu.

Wawang mengingatkan bahwa dalam memelihara bonsai ada faktor sangat elementer yang harus dikuasai lebih dulu. Yaitu, bagaimana menumbuhkan tanaman secara sehat dalam pot. Karena memang disengaja pohon ditempatkan dalam keterbatasan media itulah maka faktor nutrisi menjadi penting. Pemahaman mengenai media bonsai, adalah langkah berikutnya yang harus dikuasai.

Tanaman apa yang cocok untuk bonsai? Pada umumnya pohon yang memiliki daun kecil atau dapat dikecilkan, kayu keras, tekstur kulit mengesankan tua dan pohon itu berumur panjang. Ficus (bangsa beringin) contohnya, bisa dikatakan ideal untuk bahan bonsai, meski tidak semua. Kecuali, Beringin Lanang, yang urat daunnya ada di atas, tidak bisa disambung, merupakan tanaman yang sulit untuk dibonsai. Sedangkan Sancang, di habitat aslinya daunnya bisa lebar, namun begitu dijadikan bonsai, sanggup mengecil sampai dengan seperratusan kalinya.

Hubungan bahan bonsai dengan jenis tanaman, sebetulnya gaya apa saja dapat diterapkan untuk semua jenis tanaman. Tergantung seniman bonsainya sendiri. Hanya saja, tetap harus mempertimbangkan faktor alam, yaitu kondisi sesungguhnya pohon tersebut di alam, sehingga tidak menjadi bonsai yang janggal.

Terkait denagan hal ini, Wawang membuka lembaran lama, sewaktu dilangsungkan ASPAC I di Bali juga, tahun 1991, menunjukkan banyak ragam pohon yang dibonsai. Sampai-sampai ada yang menampilkan bonsai pisang, pepaya, bambu dan juga kelapa. Bahkan ada bonsai pepaya yang berbuah. Apakah ini semua dapat disebut bonsai? Waktu itu, memang tidak dipersoalkan, karena bonsai masih relatif baru di Indonesia. Dan juga mengacu pada semangat ASPAC I, Friendship through Bonsai. Persahabatan melaluin bonsai.

Kalau begitu, apakah adenium dapat dimasukkan bonsai? Wawang menjawab, kalau hanya melihat sosoknya secara fisik, tak ada alasan menerima adenium sebagai karya bonsai. Soal daun yang kecil, kesan tua, tekstur batang dan berumur panjang, semua bisa dipenuhi. Bahkan, dalam adenium lebih mudah dikreasi untuk menciptakan gaya bonsai sebagaimana yang diinginkan senimannya.

Pertanyaannya kemudian, kalau misalnya ada yang mendaftarkan adenium dalam kontes bonsai, apakah dibolehkan? ”Sebagai juri, saya harus menilai apa adanya, karena hak tolak itu ada pada panitia,” jawab Wawang, juri bonsai dan juga adenium itu.

Nah, kalau misalnya menjadi panitia, apakah jawaban terhadap persoalan seperti itu? Maka pertemuan lantas simpang siur dengan berbagai pendapat yang beragam. Pertemuan menjadi hidup. Meski akhirnya tak ada kesimpulan soal adenium tersebut. -h

7 Responses

  1. saya mengenal bonsai bisa dikata cukup lumayan, tapi keseriusan kurang sehingga hasil kurang maksimal. Lewat kesempatan ini ingin memberi tanggapan artikel di atas.

    Berdasarkan pengertian bonsai yaitu tanaman yang dikerdilkan dan ditanam dalam pot/wadah maka semua yang disebutkan pada ulasan tersebut di atas maka pepaya, kelapa adenium dapat masuk dalam kategori bonsai.

    sebenarnya kami kurang setuju jenis tersebut di atas dimasukkan dalam kriteria bonsai. untuk itu perlu adanya simposium atau suatu moment yang memberikan batasan tertentu apa yang dimaksud bonsai. sehingga adanya kejelasan.

    Mungkin begitu, maaf lho para pakar!!

  2. bener boss, soalnya buat ADENIUM sudah ada SENI MENATA BONGGOL ADENIUM DALAM POT (biasa disebut BONGGI) bukan seni Bonsai lihat di http://www.myadenium.com/kriteria_adenium/kriteria_bonggi.php

  3. Menurut hemat saya, selain beberapa kriteria di atas, Bonsai harus memiliki batang yang keras. Karena hanya dengan kriteria itu sebuah pohon bisa tampak berpenampilan tua termakan usia. Kondisi itu, tentu saja tidak akan bisa kita peroleh dalam sosok Adenium. Apalagi melihat tekstur kulitnya yang mengkilap, seperti pohon muda….

  4. Salam Bonsai & Bahagia selalu.
    Semoga suatu saat kelak hobi Bonsai bisa memberikan manfaat yang luar biasa untuk KEBANGKITAN BANGSA INDONESIA sebagai negara AGRARIS dan KAYA akan KESENIANNYA. Karena kita semua BANGGA sebagai SENIMAN BONSAI INDONESIA!!!
    Salam,

    Tedy Boy – Bonsai – Bandung
    http://www.tedyboybonsai.blogspot.com

  5. “Pada umumnya pohon yang memiliki daun kecil atau dapat dikecilkan, kayu keras, tekstur kulit mengesankan tua dan pohon itu berumur panjang.” Jika menilik dari tulisan diatas, maka adenium tidak memenuhi kriteria tanaman berkayu keras dan tekstur kulit yang mengesankan tua kan? jadi, gak usah diikutkan kontes ajalah. lagipula kontes khusus adeniumkan sudah tersedia

  6. Ada gak ya yang mau ngajari menjadi seniman bonsai gratis di Surabaya n Batam free? hehehe

    • asal anda mau datang ke surabaya, saya kira bisa belajar gratis dengan cara magang di tempat pembonsai anggota cabang sidoarjo. sudah ada beberapa orang yang melakukan hal itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: