<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>PPBI Cabang Sidoarjo</title>
	<atom:link href="http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com</link>
	<description>Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Aug 2009 17:33:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='bonsaisidoarjo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/792a4d73302a16ae381830322c6cc125?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>PPBI Cabang Sidoarjo</title>
		<link>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Syamsul Bachri, Batu: Belajar Bonsai Seperti Kungfu</title>
		<link>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2009/08/05/syamsul-bachri-batu-belajar-bonsai-seperti-kungfu/</link>
		<comments>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2009/08/05/syamsul-bachri-batu-belajar-bonsai-seperti-kungfu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 17:33:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppbisidoarjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[KLIPING]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Belajar bonsai itu seperti belajar kungfu. Kita harus menguasai dasar kuda-kuda yang kuat. Karena bonsai itu seni, maka istilah-istilah seni harus dikuasai. Selain itu, harus sering mengerjakan sendiri, bukan hanya sekadar baca buku. 
Menurut Syamsul Bachri, dasar-dasar parameter bonsai sebagai karya seni meliputi flow, komposisi, dimensi atau kedalaman dan keseimbangan (balance). “Keempat unsur ini harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&blog=1906643&post=142&subd=bonsaisidoarjo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Belajar bonsai itu seperti belajar kungfu. Kita harus menguasai dasar kuda-kuda yang kuat. Karena bonsai itu seni, maka istilah-istilah seni harus dikuasai. Selain itu, harus sering mengerjakan sendiri, bukan hanya sekadar baca buku. <span id="more-142"></span></p>
<p>Menurut Syamsul Bachri, dasar-dasar parameter bonsai sebagai karya seni meliputi flow, komposisi, dimensi atau kedalaman dan keseimbangan (balance). “Keempat unsur ini harus dikuasai manakala ingin membuat bonsai yang bagus,” ujar mantan anggota Dewan Juri yang mengundurkan diri ini.<br />
Meski demikian, menurut Syamsul, tidak ada pakem dalam dunia bonsai. Apa yang disebut-sebut sebagai aturan membuat bonsai itu hanya semacam panduan untuk membuat bonsai yang baik. Tetapi bukan hanya itu satu-satunya panduan. Tergantung bonsai bagaimana yang hendak dibuat. Kalau toh harus disebut pakem, paling-paling syarat bonsai hanyalah berupa pohon yang berbatang keras, berumur panjang, berdaun kecil atau dapat dikecilkan.<br />
Tetapi sebagai pohon yang hidup, menurut mantan ketua PPBI Cabang Malang ini, seorang pembonsai juga harus menguasai aspek teknisnya atau nonseni.  Seperti misalnya melakukan pengawatan (wiring), pruning, tracking sampai dengan potting. Yang harus diperhatikan, bahwa kesan alami itu penting. Bahwa alam memang guru terbaik untuk belajar bonsai. Fenomena alam memang tidak salah.<br />
 Apakah bonsai dapat menjadi budaya Indonesia? “Sulit. Kecuali ada bonsai Indonesia yang juara dunia, atau ada senimannya yang menonjol,” jawab Syamsul.<br />
Harus diakui, tambahnya, bahwa bonsai bukan budaya Indonesia. Asal usulnya memang dari China, kemudian dikembangkan di Jepang. Belakangan China malah belajar dari Jepang. Ini karena karya bonsai China tidak ada yang bagus. Semua negara belajar bonsai dari Jepang, termasuk Indonesia. Jepang memang kiblatnya bonsai. Kita musti salut. Bisa menyamai saja sudah bagus. Meskipun, kita juga harus obyektif, bahwa tidak semua bonsai Jepang musti bagus.<br />
Ketika kemudian bonsai sering disebut-sebut sebagai karya seni, ada istilah bonsai kontemporer. Meskipun, dari segi fisiknya, bonsai yang belakangan disebut kontemporer itu memang sudah ada sejak dulu.<br />
Kata Syamsul, orang sering salah kaprah, menyebut bonsai kontemporer sebagai bonsai yang di-jin atau ditekuk-tekuk. Seharusnya, disebut kontemporer itu manakala terdapat perubahan drastis dari bentuk asalnya. Betul-betul ekstrim. Kalau perlu belajar pada Kimura, yang mampu menjadikan bonsai berubah secara total, dari awal hingga akhir.  Itulah namanya kontemporer.<br />
Junipers adalah jenis pohon yang ideal untuk ditekuk-tekuk kalau hendak membuat bonsai yang ekspresionis. Meski demikian, Syamsul lebih tertarik dengan bonsai gaya lama, seperti Chinensis gaya chokkan. Atau juga, Chinensis dengan gaya windswept.<br />
Mengaku sebagai perintis pusat bonsai di Pluit, Jakarta, bersama dengan Kuswanda, Syamsul sekarang lebih suka menenangkan diri di Batu, sebuah kota wisata di perbukitan. Dia membina Paguyuban Bonsai Kota Batu, yang kini punya anggota sekitar 50-an. Sudah dua kali pameran. Pertama di hotel Purnama, dua tahun lalu, diikuti 200 peserta, kelas Jadi dan Prospek. Pameran kedua  di Balai Desa Punten, akhir Maret lalu.  &#8211; hnc</p>
<p>(Tabloid Go Green edisi 7/2009)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/142/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&blog=1906643&post=142&subd=bonsaisidoarjo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2009/08/05/syamsul-bachri-batu-belajar-bonsai-seperti-kungfu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e38ed2daf183ce2a786ec7a2bbf505d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppbisidoarjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agenda Pameran Maju</title>
		<link>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2009/03/23/agenda-pameran-maju/</link>
		<comments>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2009/03/23/agenda-pameran-maju/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 01:18:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppbisidoarjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Berdasarkan masukan dari berbagai pihak, panitia memutuskan bahwa Pameran Nasional Seni Bonsai “Spirit 2009” dibuka hari Jum’at, 17 April, bukan lagi Sabtu, 18 April. Dengan demikian, jadwal penerimaan dan display serta penjurian juga maju sehari. Jadwal selengkapnya adalah sebagai berikut: 
AGENDA
12 April 2009, Minggu
Penerimaan barang bagi peserta dari Jawa Timur.
13 April 2009, Senin
Penerimaan barang bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&blog=1906643&post=136&subd=bonsaisidoarjo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berdasarkan masukan dari berbagai pihak, panitia memutuskan bahwa Pameran Nasional Seni Bonsai “Spirit 2009” <strong>dibuka hari Jum’at, 17 April</strong>, bukan lagi Sabtu, 18 April. Dengan demikian, jadwal penerimaan dan display serta penjurian juga maju sehari. Jadwal selengkapnya adalah sebagai berikut: <span id="more-136"></span></p>
<p>AGENDA<br />
<strong>12 April 2009, Minggu<br />
</strong>Penerimaan barang bagi peserta dari Jawa Timur.<br />
<strong>13 April 2009, Senin<br />
</strong>Penerimaan barang bagi peserta dari luar Jawa Timur.<br />
(Penerimaan barang sebaiknya maksimal pukul 16.00 WIB sampai di lokasi, agar mencapai hasil maksimal dalam proses pemotretan yang dilakukan oleh panitia).</p>
<p><strong>14 April 2009, Rabu<br />
</strong>Display bonsai</p>
<p><strong>15 – 16 April 2009, Kamis &#8211; Jumat<br />
</strong>Penjurian Kontes Bonsai</p>
<p><strong>17 April 2009, Jum’at<br />
</strong>• Pukul 19.00 WIB : Pembukaan pameran,</p>
<p><strong>17-20 April 2009<br />
</strong>• Kontes Tanaman Hias<br />
• Pameran Tanaman Hias<br />
• Demo Merangkai Bunga dll </p>
<p><strong>18 April 2009, Sabtu<br />
</strong>• Pukul 10.00 – 13.00 WIB : Dialog Hasil Penjurian<br />
• Pukul 14.00 – 17.00: Demo Training Bonsai bersama Robert Steven</p>
<p><strong>18 – 26 April 2009<br />
</strong>• Pameran Seni Bonsai terbuka untuk umum<br />
• Pameran Display Bonsai<br />
Pameran tanaman yang mengutamakan bonsai, dimaksudkan sebagai terobosan kreatif display pameran bonsai yang mengutamakan estetika.<br />
• Pameran Edukasi Bonsai<br />
Pameran pustaka bonsai, foto, lukisan, Jenis-jenis pohon yang layak dibonsai, dll<br />
• Bursa<br />
Bonsai, tanaman, buku, foto, lukisan, majalah, sarana produksi dan peralatan bertanam serta makanan/minuman dll<br />
• Demo Lukis Bonsai bersama KOSMUBAYA (Komunitas Seniman Muda Surabaya) </p>
<p><strong>19 April 2009, Minggu<br />
</strong>- Pukul 10.00: Demo Training Bonsai bersama Sulistyanto Soejoso, Sidoarjo<br />
- 13.00 WIB : Lomba Desain Bonsai dengan Sketsa<br />
————–<br />
<strong>20 &#8211; 25 April 2009<br />
</strong>• Demo Training Bonsai<br />
Terbuka bagi trainer yang ingin berpartisipasi.<br />
• Cangkrukan Bonsai, Pukul 15.00 – 18.00<br />
Bincang-bincang santai mengenai bonsai, terbuka untuk umum.</p>
<p><strong>24 April 2009, Jumat<br />
</strong>- 14.00 WIB : Demo training bonsai bersama Syamsul Bachri dan Tim Kota Batu</p>
<p><strong>25 April 2009, Sabtu<br />
</strong>Pukul 14.00 emo Training bonsai bersama Tedy Boy, Bandung<br />
<strong>26 April 2009, Minggu</strong><br />
• Pukul 10.00, Sarasehan Bonsai<br />
Narasumber:<br />
- Wahjudi D. Soetomo, Surabaya<br />
- Rudi Julianto, Semarang<br />
• Pukul 19.00: Penutupan<br />
• Pukul 21.00: Pengambilan bonsai<br />
<strong>27 April 2009, Senin</strong><br />
Pukul 09.00 : Pengambilan bonsai (lanjutan)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/136/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&blog=1906643&post=136&subd=bonsaisidoarjo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2009/03/23/agenda-pameran-maju/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e38ed2daf183ce2a786ec7a2bbf505d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppbisidoarjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kelas Bintang, Kelas yang Bergengsi</title>
		<link>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2009/03/23/kelas-bintang-kelas-yang-bergengsi/</link>
		<comments>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2009/03/23/kelas-bintang-kelas-yang-bergengsi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 01:07:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppbisidoarjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Sepanjang pameran bonsai yang diselenggarakan selama ini, baru kali inilah dibuka Kelas Bintang. Sebuah kelas bergengsi yang bakal mempertaruhkan bonsai-bonsai papan atas. Sebab, syarat untuk dapat mengikutinya cukup berat,yaitu harus pernah mendapatkan predikat Baik Sekali (bendera merah) sebanyak 3 (tiga) kali dalam Kelas Utama.
Biasanya, dalam pameran seni bonsai nasional, dibuka kelas Madya dan kelas Utama. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&blog=1906643&post=134&subd=bonsaisidoarjo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sepanjang pameran bonsai yang diselenggarakan selama ini, baru kali inilah dibuka Kelas Bintang. Sebuah kelas bergengsi yang bakal mempertaruhkan bonsai-bonsai papan atas. Sebab, syarat untuk dapat mengikutinya cukup berat,yaitu harus pernah mendapatkan predikat Baik Sekali (bendera merah) sebanyak 3 (tiga) kali dalam Kelas Utama.<span id="more-134"></span></p>
<p>Biasanya, dalam pameran seni bonsai nasional, dibuka kelas Madya dan kelas Utama. Kelas madya diperuntukkan bagi bonsai yang belum pernah pameran dan/atau bonsai yang belum pernah mendapatkan penghargaan. Sedangkan kelas Utama diperuntukkan bagi bonsai yang pernah meraih predikat Baik Sekali (bendera merah) dalam kelas Madya.</p>
<p>Ternyata, dalam prakteknya banyak bonsai yang sudah pernah berpredikat Baik Sekali di kelas madya masih dipertahankan di kelas yang sama. Pemiliknya tidak berani mendaftarkan ke kelas Utama karena takut bersaing. Akibatnya, kelas Utama menjadi kurang peminat. Hal inilah yang sering terjadi di beberapa pameran nasional selama ini. Bahkan pernah ada pameran nasional yang jumlah peserta kelas Utama dibawah kuota yang ditetapkan, yaitu sebanyak 40 peserta.</p>
<p>Seharusnya, perlu ada ketegasan, bahwa bonsai yang pernah dapat bendera merah di kelas madya harus masuk kelas Utama. Celakanya, banyak penggemar bonsai yang masih senang bertahan di kelas Madya, semata-mata berburu bendera merah. Hanya saja, belakangan ini malah dibuka Kelas Prospek, yang menampung para pemula. Akibatnya, bonsai yang layak kelas madya malah diturunkan ke kelas Prospek, lagi-lagi untuk mengejar bendera merah.</p>
<p>Nah, pameran di PPBI Sidoarjo kali ini, tidak ada kelas prospek. Bukan bermaksud membatasi para pemula, sebab mereka dapat langsung masuk kelas madya. Bukankah tidak ada syarat apapun ikut kelas madya? Mumpung masih dibolehkan, sebab mulai tahun 2010 nanti PPBI Pusat mengeluarkan aturan, bahwa untuk ikut kelas madya harus pernah mendapatkan penghargaan Baik atau Baik Sekali di kelas Regional.</p>
<p>Di atas kelas Utama, sebetulnya tidak ada kontes lagi. Hanya saja, bonsai yang pernah mendapat bendera merah 3 kali dalam kelas Utama, berhak mendapat sertifikat kelas Gold. Kalau 6 kali mendapat sertifikat Platinum, sedangkan predikat Diamond dapat langsung disematkan bagi bonsai yang pernah meraih bendera merah kelas Utama sebanyak 9 kali. Hal ini tentu saja tidak menantang.</p>
<p>Maka dalam pameran kali ini, para jawara bonsai yang pernah mendapatkan minimal 3 kali bendera merah (Baik Sekali) dalam kelas Utama, akan dipertandingkan dalam kelas yang sama. Namanya Kelas Bintang. Beruntunglah mereka yang sudah mengoleksi bendera merah di kelas Utama, dan tidak “takut” bersaing di kelas utama dengan hanya bertahan di madya. (*)</p>
<p>3 Responses to “Kelas Bintang, Kelas yang Bergengsi”<br />
1.<br />
Priya, di/pada Maret 15th, 2009 pada 8:10 am Dikatakan: Edit Comment<br />
wah…salut,aturan klasifikasi yang baik.yup,sudah seharusnya bonsai-bonsai harus bertanding sesuai dengan lawan-lawann di kelasnya<br />
dan memang nampaknya harus ada ketegasan agar bonsai yang sudah mendapat bendera tidak di ijinkan lagi untuk mengikuti kelas madya.<br />
kalo di biarkan terus menerus,di khawatirkan apresiasi untuk para memula akan berkurang.para pemula seperti saya akan enggan mengikuti kelas madya.dan ujung-ujungnya tidak akan muncul bonsai-bonsai di kelas madya yang baru<br />
2.<br />
wong ndeso, di/pada Maret 19th, 2009 pada 9:35 am Dikatakan: Edit Comment<br />
Good idea.. Adanya kelas perguruan tinggi di event ini seharusnya diadakan lebih awal dari sekarang mengingat bonsai indonesia banyak yang sudah lulus smu dari dulu tapi tak punya wadah ke UMPT bonsai. Namun pertanyaannya…. sudahkah memadai para Dozen Bonsai Indonesia. Semoga tidak menjadi bumerang bagi PPBI cab. Sidoarjo yang sudah bekerja keras demi terwujudnya kemajuan bonsai Indonesia. Juri adalah ujung tombak kemajuan Bonsai Indonesia……. Untuk para juri…. jangan hiraukan tulisan saya karena saya hanya wong ndeso yang senengnya cuma nanem lombok ….karena lebih mudah di jual……<br />
3.<br />
Iman, di/pada Maret 21st, 2009 pada 4:57 pm Dikatakan: Edit Comment<br />
Ide yang bagus, harus selalu ada ide yang fresh agar dunia bonsai tidak monoton. Walaupun secara pribadi, menggeluti dan mencintai hobi bonsai sebagai sarana berkontemplasi, namun tetap yang namanya kontes, coaching clinic dll perlu ada untuk menambah wawasan.<br />
Selamat dan sukses untuk PPBI Sidoarjo, yang selalu berani tampil beda.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&blog=1906643&post=134&subd=bonsaisidoarjo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2009/03/23/kelas-bintang-kelas-yang-bergengsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e38ed2daf183ce2a786ec7a2bbf505d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppbisidoarjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SPIRIT 2009: TEROBOSAN KREATIF</title>
		<link>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2009/03/23/spirit-2009-terobosan-kreatif/</link>
		<comments>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2009/03/23/spirit-2009-terobosan-kreatif/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 01:01:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppbisidoarjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Meski secara formal baru berdiri tahun 2000, bukan kali pertama ini Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Sidoarjo menyelengarakan pameran bonsai. PPBI Cabang Sidoarjo sudah pernah menyelenggarakan Pameran Seni Bonsai Spirit 2000 di kebun Jalan Raya Prapen Surabaya, disusul pameran kedua Spirit 2001 di halaman Graha Pena Surabaya, pameran ketiga di (kerjasama dengan) Petrokimia Gresik, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&blog=1906643&post=131&subd=bonsaisidoarjo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Meski secara formal baru berdiri tahun 2000, bukan kali pertama ini Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Sidoarjo menyelengarakan pameran bonsai. PPBI Cabang Sidoarjo sudah pernah menyelenggarakan Pameran Seni Bonsai Spirit 2000 di kebun Jalan Raya Prapen Surabaya, disusul pameran kedua Spirit 2001 di halaman Graha Pena Surabaya, pameran ketiga di (kerjasama dengan) Petrokimia Gresik, dan pameran di Surabaya Plasa Surabaya serta Spirit 2005 di halaman Balai Pemuda Surabaya. Terakhir, tahun 2008 PPBI Cabang Sidoarjo membuat terobosan baru, yaitu menggelar pameran lokal bersifat apresiatif dengan penilaian yang dilakukan bukan oleh orang bonsai, melainkan dari pihak fotografer, pelukis dan pematung. <span id="more-131"></span></p>
<p>Pameran Seni Bonsai “Spirit 2009” kali ini dilakukan dengan semangat baru, dan menawarkan sejumlah terobosan kreatif demi terlaksananya pameran yang berkualitas. Berbagai kekurangan yang terjadi pada pameran-pameran sebelumnya, sedapat mungkin akan disempurnakan. Pameran yang pernah diselenggarakan oleh PPBI Cabang Sidoarjo sendiri maupun oleh Cabang atau pihak lain, merupakan pelajaran sangat berharga untuk dikaji dan dicermati. Bahwasanya pameran bonsai sudah seharusnya tampil dengan display yang memperhatikan aspek estetika sebagaimana halnya bahwa bonsai adalah karya seni rupa juga. Terobosan kreatif juga menyangkut tatalaksana pameran, yang dimaksudkan untuk meningkatkan profesionalitas demi menjunjung tinggi asas transparansi. </p>
<p>PPBI Cabang Sidoarjo sendiri, khususnya dalam kepengurusan periode 2007 – 2012, tercatat selalu menyelenggarakan pertemuan rutin bulanan, yang diisi dengan demo training bonsai, ceramah dengan narasumber dari luar maupun dari kalangan internal. PPBI Cabang Sidoarjo memiliki niat kuat untuk memfokuskan diri pada pengembangan seni bonsai Indonesia, sehingga di masa depan bonsai Indonesia dapat menjadi barometer bonsai dunia.<br />
Salam<br />
PPBI Cabang Sidoarjo</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&blog=1906643&post=131&subd=bonsaisidoarjo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2009/03/23/spirit-2009-terobosan-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e38ed2daf183ce2a786ec7a2bbf505d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppbisidoarjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pameran Nasional Seni Bonsai &#8220;SPIRIT 2009&#8243;</title>
		<link>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2009/03/23/pameran-nasional-seni-bonsai-spirit-2009/</link>
		<comments>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2009/03/23/pameran-nasional-seni-bonsai-spirit-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 00:55:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppbisidoarjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Seni Bonsai sebagai Alternatif Ekonomi Kreatif
17 – 26 April 2009
Green &#38; Grow Nursery
Jl. Raya Prapen 22 Surabaya
Penyelenggara
Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Sidoarjo
bekerjasama dengan
Green &#38; Grow Nursery
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;
KONTES BONSAI
1.	Kelas Madya:
Bonsai yang layak dipamerkan dan/atau telah diseleksi oleh Cabang PPBI atau Paguyuban bonsai masing-masing. 
2.	Kelas Utama:
Bonsai yang pernah mendapat bendera merah (baik sekali) dalam Pameran kelas Madya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&blog=1906643&post=127&subd=bonsaisidoarjo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Seni Bonsai sebagai Alternatif Ekonomi Kreatif<br />
17 – 26 April 2009<br />
Green &amp; Grow Nursery<br />
Jl. Raya Prapen 22 Surabaya</strong></p>
<p>Penyelenggara<br />
Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Sidoarjo<br />
bekerjasama dengan<br />
Green &amp; Grow Nursery<span id="more-127"></span></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>KONTES BONSAI</p>
<p>1.	Kelas Madya:<br />
Bonsai yang layak dipamerkan dan/atau telah diseleksi oleh Cabang PPBI atau Paguyuban bonsai masing-masing. </p>
<p>2.	Kelas Utama:<br />
Bonsai yang pernah mendapat bendera merah (baik sekali) dalam Pameran kelas Madya </p>
<p>3.	Kelas Bintang:<br />
Bonsai yang pernah mendapatkan sedikitnya 3 (tiga) kali bendera merah (baik sekali) dalam kelas utama. </p>
<p>SYARAT PESERTA</p>
<p>1.	Terbuka untuk umum, baik anggota PPBI, anggota Klub Bonsai dan non anggota.<br />
2.	Mengisi dan menyerahkan formulir pendaftaran peserta pameran dan membayar beaya pendaftaran.<br />
3.	Mengirimkan dan mengambil sendiri bonsai yang diikutkan dalam pameran sesuai dengan alokasi waktu yang ditetapkan panitia.<br />
4.	Membayar beaya pendaftaran sesuai dengan ukuran dan kelasnya (terlampir).<br />
5.	Memberikan tanda (berupa coretan spidol, stiker, tancapan kawat dll)  pada bagian BELAKANG pot/wadah sebagai panduan tampak depan pada bonsai yang diikutsertakan pameran.<br />
6.	Pengambilan bonsai baru dapat dilakukan setelah pameran ditutup, yaitu hari Minggu, 26 April 2009,  pukul 21.00 WIB atau hari Senin (27 April) mulai pukul 09.00 WIB. </p>
<p>FASILITAS<br />
1.	Karena semua bonsai didisplay di atas  meja dengan ketinggian 120 cm (Mame &amp; Small) 100 cm (Medium) dan 80 cm (Large &amp; Extra Large) maka peserta diperkenankan membawa tatakan demi memaksimalkan penampilan sesuai yang dikehendaki.<br />
2.	Memberikan tanda (berupa coretan spidol, stiker, dll)  pada bagian BELAKANG tatakan sebagai panduan tampak depan pada tatakan, dan juga identitas pemiliknya.<br />
3.	Setiap penerimaan barang langsung difoto di tempat khusus oleh panitia, sebagai bahan pembuatan sertifikat dan Buku Kenangan, serta keperluan publikasi.<br />
4.	Semua  bonsai akan display dengan menggunakan backdrop berwarna krem (putih gading).<br />
5.	Untuk memaksimalkan penampilan/display semua bonsai, panitia akan berupaya memberikan fasilitas lain yang memungkinkan. </p>
<p>No<br />
Ukuran	Kelas<br />
		Madya	Utama	Bintang<br />
1	Mame (s/d 15 cm)	Rp  75.000,-	Rp 100.000,-	Rp 125.000,-<br />
2	Small (16-30 cm)	Rp 100.000,- 	Rp 125.000,- 	Rp 150.000,-<br />
3	Medium (31-60 cm)	Rp 125.000,- 	Rp 150.000,-	Rp 175.000,-<br />
4	Large (61- 100 cm)	Rp 150.000,- 	Rp 175.000,-	Rp 200.000,-<br />
5	Extra Large (100 – 150 cm)	Rp 200.000,- 	Rp 225.000,-	Rp 250.000,-</p>
<p>-	Batas terakhir pembayaran saat menyerahkan bonsai, tanggal 14 April 2009 </p>
<p>Bursa </p>
<p>-	Stand  ukuran 3&#215;4 meter dengan fasilitas 1 (satu) meja, 2 (dua) kursi, lampu penerangan neon 40 watt, dan 1 (satu) stop kontak untuk 2 (dua) stand.<br />
-	Bagi peserta yang melunasi lebih awal dapat memilih stand yang diinginkan selama belum ditempati peserta lain.<br />
-	Stand bursa berlangsung tanggal 18 – 26 April 2009.<br />
-	Beaya sewa stand sebesar Rp 1.000.000,- selama pameran berlangsung<br />
-	Dilakukan penilaian stand bursa terbaik oleh Tim yang ditunjuk panitia. Kriteria meliputi: Kreativitas, Dekorasi, Kebersihan dan Pelayanan. Penjurian dilakukan sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.<br />
-	Mematuhi peraturan mengenai lomba yang ditetapkan panitia.<br />
-	Disediakan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 1juta, Rp 500 ribu dan Rp 250 ribu.<br />
-	Pembayaran uang muka (DP) dilakukan saat pendaftaran, pelunasan paling lambat 16 April 2009.  Manakala saat bursa dibuka belum lunas,  pendaftaran dianggap batal.<br />
-	Transfer dana ke BCA Surabaya rek a/c : 0879009881 atas nama: Jeanne Sianewati Wenas. Bukti transfer harap dikirim ke panitia melalui facs: 031 8415545<br />
-	Pendaftaran dan info lebih lengkap, hubungi: Benny Dewo, 0815 5023 500</p>
<p>Pameran  Display Bonsai</p>
<p>Dimaksudkan untuk memberikan kesempatan menata bonsai sesuai dengan keinginan pemiliknya. Panitia hanya menyediakan lokasi tanpa fasilitas apapun kecuali aliran listrik. </p>
<p>•	Lokasi berukuran 3 x 4 meter, tanpa tenda, Sewa areal 3&#215;4 meter, Rp 750.000,- selama acara berlangsung<br />
•	Display bonsai dilakukan sedemikian rupa, boleh digabungkan dengan tanaman lain dan/atau elemen taman atau sesuai dengan kreativitas masing-masing.<br />
•	Panitia menyediakan fasilitas daya listrik  sebesar 40 watt dengan satu stop kontak. Manakala membutuhkan daya listrik lebih besar dikenakan biaya tambahan sebesar  Rp 25.000,-.<br />
•	Pembayaran uang muka (DP) dilakukan saat pendaftaran sebesar 50 (lima puluh) persen maksimal tanggal 15 Maret 2009, dan harus dilunasi paling lambat tanggal 17 April 2009.<br />
•	Pendaftaran, pembayaran dan koordinasi teknis, hubungi: Benny Dewo, 0815 5023 500 </p>
<p>Kontes Tanaman Hias</p>
<p>Sansevieria, Palem, Aglaonema, Anthurium dan Phylodendron.<br />
Disemarakkan dengan demo merangkai bunga dll</p>
<p>Info lebih lanjut hubungi sekretariat:</p>
<p>Jl. Raya Prapen 22 Surabaya, Telp: 031.849 3630 &#8211; 031.849 3631, facs: 031.849.3629<br />
Contact Person:<br />
-	Etty Kristanti	: 081 2300 7581<br />
-	Henri Nurcahyo	: 0812 3100 832<br />
-	Benny Dewo	: 0815 5023 500</p>
<p> Email: henrinurcahyo@gmail.com</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&blog=1906643&post=127&subd=bonsaisidoarjo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2009/03/23/pameran-nasional-seni-bonsai-spirit-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e38ed2daf183ce2a786ec7a2bbf505d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppbisidoarjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wahong, Keindahan yang Spektakuler</title>
		<link>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2009/01/04/wahong-keindahan-yang-spektakuler/</link>
		<comments>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2009/01/04/wahong-keindahan-yang-spektakuler/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 07:31:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppbisidoarjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[APRESIASI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Secara alami, wahong memang memiliki keindahan yang spektakuler. Wahjudi D. Sutomo sangat terpesona dengan wahong ini. “Saya suka karena wahong bentuknya tidak umum,” kata Wahjudi. Tanpa harus di-jin, batang wahong sudah keropos oleh alam. Dan hasil pengeroposan alam ini luar biasa indahnya.
 
Lebih-lebih Sulistiyanto Suyoso, yang selama ini disebut-sebut sebagai pembonsai yang fanatik dengan gaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&blog=1906643&post=104&subd=bonsaisidoarjo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignright size-medium wp-image-105" title="wahong" src="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2009/01/wahong.jpg?w=237&#038;h=163" alt="wahong" width="237" height="163" />Secara alami, wahong memang memiliki keindahan yang spektakuler. Wahjudi D. Sutomo sangat terpesona dengan wahong ini. “Saya suka karena wahong bentuknya tidak umum,” kata Wahjudi. Tanpa harus di-jin, batang wahong sudah keropos oleh alam. Dan hasil pengeroposan alam ini luar biasa indahnya.<span id="more-104"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;">Lebih-lebih Sulistiyanto Suyoso, yang selama ini disebut-sebut sebagai pembonsai yang fanatik dengan gaya “kontemporer”. <span> </span>Setidaknya sudah dua kali ini Sulistiyanto mendatangi komunitas bonsai di Baturetno, dialog dan memberikan motivasi pada mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;">Wahong memang disebut-sebut potensial sebagai bonsai kontemporer. Ada yang bilang, bakalan wahongnya saja sudah kontemporer. Meskipun, yang disebut “kontemporer” itu sendiri masih kabur. Pengertian gampangnya, “bentuknya tidak umum seperti kebanyakan bonsai lainnya”. Pertanyaannya, kalau semua atau banyak bonsai yang “kontemporer” lantas apakah yang gaya formal lantas beralih disebut kontemporer? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;">Terlepas dari istilah itu, beberapa kelebihan wahong antara lain:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;">Karakternya kuat, tekstur bagus, ekspresif</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;">Batang keras, bahkan ketika keropos pun masih kuat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;">Daun mudah mengecil sampai seper puluhan kali dari ukuran aslinya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;">Mudah hidup, tidak perlu ada akarnya, bahkan ditanam dalam posisi batang terbalik masih juga hidup</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;">Perbanyakan gampang, disetek juga bisa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;">Pertumbuhannya cepat, meski dengan konsekuensi rakus zat hara, harus sering ganti pot. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:normal;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;">Sangat potensial ditraining menjadi bonsai kontemporer &#8211; <strong>hnc</strong></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">(Dimuat di majalah GREEN Hobby edisi XIII/2008)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&blog=1906643&post=104&subd=bonsaisidoarjo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2009/01/04/wahong-keindahan-yang-spektakuler/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e38ed2daf183ce2a786ec7a2bbf505d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppbisidoarjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2009/01/wahong.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wahong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Revolusi Bonsai dari Baturetno</title>
		<link>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2009/01/04/revolusi-bonsai-dari-baturetno/</link>
		<comments>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2009/01/04/revolusi-bonsai-dari-baturetno/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 05:49:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppbisidoarjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Liputan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Dunia perbonsaian Indonesia sedang mengalami revolusi. Perubahan drastis itu muncul dari Baturetno, sebuah desa kecamatan di kawasan Wonogiri, Jawa Tengah. Dan pemain utama dari revolusi itu bernama wahong laut.
 
Pada mulanya, Didick Picko dan kawan-kawannya membuka stand bursa di pameran nasional bonsai yang diselenggarakan bersamaan Munas PPBI di Surakarta, Juni tahun yang lalu (2007). Beragam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&blog=1906643&post=98&subd=bonsaisidoarjo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dunia perbonsaian Indonesia sedang mengalami revolusi. Perubahan drastis itu muncul dari Baturetno, sebuah desa kecamatan di kawasan Wonogiri, Jawa Tengah. Dan pemain utama dari revolusi itu bernama wahong laut.<span id="more-98"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;">Pada mulanya, Didick Picko dan kawan-kawannya membuka stand bursa di pameran nasional bonsai yang diselenggarakan bersamaan Munas PPBI di Surakarta, Juni tahun yang lalu (2007). Beragam bakalan bonsai dibawanya, seperti serut dan asam Jawa. Rata-rata tumbuh atau dicengkeram batu keras. Waktu itu, mereka beranggapan bahwa bonsai yang tumbuh di batu itu pasti laku mahal. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;">Ternyata anggapan itu salah. Meski dipatok harga mahal, lantaran beaya operasionalnya yang lumayan besar, namun kualitasnya tidak menarik. Maka seorang Robert Steven, justru lebih tertarik dengan bakalan wahong laut yang sepintas jarang diperhatikan orang. Maklum postur batangnya meliuk-liuk tak beraturan, dianggap tidak mengesankan dan tidak bakal menarik sebagai bonsai yang bagus. Agaknya Robert sudah punya impian tersendiri tentang wahong ini. Tidak kurang dari 20 bakalan wahong diborongnya saat itu juga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;">Robert yang memiliki jaringan luas di mancanegara segera mempromosikan wahong ini. Tak pelak, ketika Picko dan kawan-kawannya membuka kembali stand bursa di Sanur Bali, September 2007, bakalan wahongnya laris manis. Para peserta konvensi ASPAC dari berbagai negara itu sangat terpesona dengan wahong laut. Sejak itu ekspor wahong laut ke beberapa negara terus berlangsung dari Baturetno, Wonogiri. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;">Para pemburu bonsai di Baturetno pun mulai menata diri. Picko membriefing mereka, bagaimana mencari bakalan yang bagus, agar tidak sia-sia ketika sudah membawanya dari tempat yang sulit. Memang tidak gampang mencari wahong di tebing-tebing curam. Beruntung mereka telah berpengalaman mencari sarang walet. Biasanya, mereka membuat satu grup pencari, kemudian hasilnya ditampung jadi satu, dan ditawarkan pada pembeli dengan system borongan. Ini untuk menghindari bakalan yang kurang bagus akan terbuang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;">“Dan sekali borong, bisa mencapai 4 truck sekaligus,” tutur Picko, yang kemudian dikenal sebagai pengepul bakalan wahong yang sukses. Meski rejekinya melimpah dari wahong, namun Picko sebelumnya sudah menekuni bisnis air minum hingga sekarang, serta membuka bengkel karoseri mobil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;">Jejak Picko ini kemudian diikuti oleh Kandar, Sugeng, Nurdin yang masih aktif menjadi guru, Sularto yang juga membuka usaha bengkel, Joko Wiyadi, Pamekas, Budi yang juga membuka usaha terapi kesehatan, Alfon dan beberapa nama lagi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;">Menurut Makhfudh, ketua PPBI Wonogiri, <em>booming </em>wahong terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan petani yang selama ini hanya mengandalkan sawah tadah hujan. Bahkan, lahan pekarangan yang tidak produktifpun kini menjadi tambang emas sebagai kebun bakalan wahong. Jauh lebih <span> </span>menjanjikan ketimbang tanaman pangan. Pensiunan pegawai PT Pusri ini ikut menekuni bisnis wahong, disamping ternak perkututnya yang masih jalan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;">Dan meski sangat sulit mencari wahong, beruntung belum ada korban yang jatuh dari tebing misalnya. Selalu ada bagi tugas, bahwa hanya yang ahli panjat tebing saja (dari pengalaman mencari sarang wallet) yang langsung mendongkel wahong dari habitatnya. Dapat dibayangkan, tebing yang tegak 90 derajat itu, wahong ada yang tumbuh di cekungan di bawahnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;">Harga bakalan wahong berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 2-3 juta, namun harus beli semuanya. “Tapi saya pernah membeli Rp 6 juta, karena barangnya memang bagus dan sudah banyak diincar penghobi luar kota,” ujar Picko. Toh dalam tempo tak terlalu lama, ada pembeli lagi yang sanggup menggantinya sekitar 4 kali lipat harga awal. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;">Dampaknya, belakangan ada beberapa petani mulai “jual mahal”. Padahal soal harga, bukan ditentukan jenis pohonnya, melainkan kualitasnya. Sementara yang disebut berkualitas bagus itu masih belum dipahami sepenuhnya.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;">Maka ketika sekarang wahong menjadi bintang dalam perbonsaian, revolusi itupun tak bisa dielakkan lagi. Bonsai ideal, sudah bergeser, dari beringin, serut, santigi, kini berganti menjadi wahong laut. Sampai kapan hal ini berlangsung? Bagaimanapun potensi alam ada batasnya. Kalau wahong di tebing-tebing itu diambili terus, suatu ketika akan habis juga. Kesadaran ini sudah dimiliki Kandar, yang mulai membudidayakan wahong dengan cara setek. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:21.6pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:black;">Sekarang memang Baturetno yang jadi sasaran. Bukan tidak mungkin pemburu akan mengalihkan daerah lain sebagai sasarannya, sebagaimana mereka berburu santigi. Selama ini santigi masih jadi idola dari perburuan di alam. “Memang ada wahong, tapi malas mengambilnya,” ujar seorang pemburu. Wah. <strong><span> </span>- henri nc</strong></span></p>
<p>(Dimuat di majalah Green Hobby edisi XIII/2008)</p>
<p class="MsoNormal">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&blog=1906643&post=98&subd=bonsaisidoarjo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2009/01/04/revolusi-bonsai-dari-baturetno/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e38ed2daf183ce2a786ec7a2bbf505d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppbisidoarjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Training Bonsai Cascade</title>
		<link>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2008/09/06/training-bonsai-cascade/</link>
		<comments>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2008/09/06/training-bonsai-cascade/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 08:51:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppbisidoarjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Pertemuan PPBI Cabang Sidoarjo

Training Bonsai Cascade, adalah pilihan yang dilakukan dalam pertemuan anggota PPBI Cabang Sidoarjo bulan Juli yang baru lalu. Sebagai bahan diskusi, disediakan bonsai Waru India, milik Husny Bahasuan, ketua PPBI Cabang Sidoarjo yang kebetulan juga menjadi tuan rumah pertemuan.


Secara umum, bonsai itu memiliki gaya cascade (seperti air terjun kecil). Lantas muncul pertanyaan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&blog=1906643&post=87&subd=bonsaisidoarjo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:left;" align="left"><strong>Pertemuan PPBI Cabang Sidoarjo</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" align="left">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" align="left"><a href="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2008/09/fotone.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-88" title="fotone" src="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2008/09/fotone.jpg?w=209&#038;h=143" alt="" width="209" height="143" /></a>Training Bonsai Cascade, adalah pilihan yang dilakukan dalam pertemuan anggota PPBI Cabang Sidoarjo bulan Juli yang baru lalu. Sebagai bahan diskusi, disediakan bonsai Waru India, milik Husny Bahasuan, ketua PPBI Cabang Sidoarjo yang kebetulan juga menjadi tuan rumah pertemuan.</p>
<p><span id="more-87"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" align="left">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;text-indent:0.3in;" align="left">Secara umum, bonsai itu memiliki gaya <em>cascade</em> (seperti air terjun kecil). Lantas muncul pertanyaan, dimanakah bagian depannya (front)? Apakah tampak depan itu harus dari samping? Bagaimana kalau dipandang dari depan? Bagaimana dengan model perantingannya? Dimanakah letak keindahannya? Maka bonsai itupun digunduli ramai-ramai, agar tahu persis model perantingannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;text-indent:0.3in;" align="left">Yang jelas, aturan-aturan bonsai yang selama ini disebut “pakem” untuk bonsai konvensional tidak mungkin diterapkan pada bonsai <em>cascade</em>. Pakem itu hanya berlaku untuk bonsai formal atau gaya tegak (<em>chokan</em>). Meskipun, gaya <em>cascade</em> disebut-sebut sebagai salah satu gaya dasar bonsai. Empat gaya lainnya adalah Formal, Informal, Slanting, dan Semi Cascade.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;text-indent:0.3in;" align="left">Bonsai <em>cascade</em> memang bertumpu pada keindahan lekuk liku batangnya yang menjulur ke bawah. Maka yang disebut-sebut “kepala” itu juga ada di bawah. Pusat perhatian (<em>point of interest</em>) justru terletak pada lekukan-lekukan batang tersebut. Maka program yang dilakukan adalah bagaimana memperindah juluran batang ke bawah itu tanpa harus tergantung adanya “kepala” di atas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;text-indent:0.3in;" align="left">Membahas kasus bonsai waru ini, ditemukan bahwa batang utamanya masih terkesan <em>flat </em>(datar) sehingga diperlukan training lanjutan. Dalam hal membuat liukan batang ini, perlu diperhitungkan, bahwa semakin besar diameternya maka liukan itu semakin hilang. “Jadi kemungkinan ini sudah harus diantisipasi sejak batang masih kecil,” tutur Husny berdasarkan pengalamannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;text-indent:0.3in;" align="left">Lantas, dimana keindahan bonsai ini? Dalam diskusi ditemukan lagi, bahwa diperlukan reposisi. Yaitu posisi tanaman perlu dibuat sedikit miring sehingga lebih nampak dimensinya. <span> </span><strong>- <em>henri</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;text-indent:0.3in;" align="left">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;text-indent:0.3in;" align="left">(Majalah GREEN Hobby, No 12/2008)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bonsaisidoarjo.wordpress.com/87/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bonsaisidoarjo.wordpress.com/87/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&blog=1906643&post=87&subd=bonsaisidoarjo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2008/09/06/training-bonsai-cascade/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e38ed2daf183ce2a786ec7a2bbf505d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppbisidoarjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2008/09/fotone.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">fotone</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyoal Keindahan Bonsai Cascade</title>
		<link>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2008/09/06/menyoal-keindahan-bonsai-cascade/</link>
		<comments>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2008/09/06/menyoal-keindahan-bonsai-cascade/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 08:45:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppbisidoarjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[APRESIASI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Bonsai bergaya cascade (air terjun) apakah harus punya kepala? Dimanakah letak keindahan bonsai yang memiliki batang menggantung itu? Lantas, benarkah bonsai gaya tersebut bukan termasuk gaya konvensional?
Menyebut lima gaya dasar bonsai, maka gaya cascade adalah salah satunya. Keempat gaya lainnya adalah; Gaya formal, Informal, Slanting (miring) dan Semi Cascade. Sebuah bonsai disebut bergaya cascade manakala [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&blog=1906643&post=84&subd=bonsaisidoarjo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2008/09/sancang-freddy.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-85" title="sancang-freddy" src="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2008/09/sancang-freddy.jpg?w=189&#038;h=209" alt="" width="189" height="209" /></a>Bonsai bergaya cascade (air terjun) apakah harus punya kepala? Dimanakah letak keindahan bonsai yang memiliki batang menggantung itu? Lantas, benarkah bonsai gaya tersebut bukan termasuk gaya konvensional?<span id="more-84"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.3in;">Menyebut lima gaya dasar bonsai, maka gaya <em>cascade</em> adalah salah satunya. Keempat gaya lainnya adalah; Gaya formal, Informal, Slanting (miring) dan Semi Cascade. Sebuah bonsai disebut bergaya <em>cascade</em> manakala pertumbuhan batang utamanya mengarah ke bawah sehingga melewati bibir pot. Pertanyaannya, apakah gaya <em>cascade</em> termasuk gaya konvensional? Jika iya, bagaimana aturannya?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.3in;">Silang pendapat soal bonsai gaya <em>cascade</em> ini mengemuka dalam acara pertemuan rutin PPBI Cabang Sidoarjo bulan Juli yang lalu (19/7). Acara formal di kebun Husny di kawasan Bintang Diponggo Surabaya itu sebetulnya adalah diklat bonsai yang disampaikan oleh Wawang Sawala. Namun diskusi berkembang seru ketika saat awal Wawang melontarkan pertanyaan soal bonsai <em>cascade</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.3in;">Selama ini, yang disebut gaya konvensional adalah bonsai yang memiliki pakem tertentu. Misalnya saja, yang mengatur perbandingan besar batang dengan besar cabang, tinggi cabang pertama, jarak dan arah antar cabang, dan sebagainya. Tetapi, ternyata aturan-aturan tersebut hanya dapat diterapkan pada bonsai gaya formal atau tegak. Aturan itu tidak dapat diterapkan untuk keempat gaya bonsai yang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.3in;">Dalam prakteknya, memang hampir mustahil menemukan bonsai yang betul-betul mengikuti aturan atau pakem yang konon diciptakan orang Jepang itu. Apa yang disebut “aturan” itu sebetulnya tidak lebih sebagai sebuah panduan untuk membuat bonsai yang baik. Tetapi, bukan lantas berarti sebaliknya, bahwa bonsai yang baik itu harus menuruti aturan tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.3in;">Maka yang namanya gaya bonsai, dalam perkembangannya bukan lagi ada lima, bisa puluhan, bahkan mungkin ratusan gaya bonsai. Mempersoalkan gaya konvensional dengan non-konvensional menjadi tidak relevan lagi. Sebab, kalau betul bahwa gaya konvensional harus mengacu pada aturan tadi, maka jangan-jangan tidak ada bonsai yang konvensional.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.3in;">Terkait dengan gaya <em>cascade</em>, Wawang melontarkan pertanyaan; Apakah bonsai gaya <em>cascade</em> itu harus memiliki kepala? Pada mulanya, diskusi berkembang dengan satu persepsi, bahwa yang dimaksud “kepala” adalah kanopi yang ada di atas. Karena itu pertanyaan Wawang tadi dipahami sebagai, “bonsai <em>cascade </em>yang memiliki kanopi di atas”. Meskipun, yang dimaksud “kepala” dalam bonsai <em>cascade </em>justru berada menjuntai di bawah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.3in;">Jika pertanyaannya adalah “haruskah” maka jawabannya adalah “tidak harus”. Karena memang tidak ada keharusan apapun untuk menjadikan kepala agar bonsai menjadi indah. Kepala atau kanopi di atas itu bisa ada bisa tidak, tergantung apakah keberadaannya menunjang keindahan bonsai <em>cascade</em> tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.3in;">Dalam prakteknya, bonsai <em>cascade </em>yang memiliki kepala di atas (berarti punya dua kepala) harus dirawat sedemikian rupa agar pertumbuhannya justru mengalahkan batang yang menjuntai ke bawah. Sebab, menurut kodratnya pohon memang tumbuh ke atas. Sehingga, dengan adanya kepala di atas pada bonsai <em>cascade </em>itu tadi maka lama kelamaan gaya <em>cascade </em><span> </span>itu bakal kalah. Jadi, harus ada pengekangan pertumbuhan kepala yang di atas tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.3in;">Disamping itu, pertumbuhan cabang dan kepala yang mengarah ke atas bukan tidak mungkin malah akan mengalahkan fokus pada batang yang menjuntai, yang justru menjadi ciri khas dan kekuatan bonsai <em>cascade </em>itu. Lantas, apakah batang yang tumbuh ke atas itu harus dibuang? Belum tentu juga. Dengan kata lain, dibutuhkan “keberanian” untuk tetap mempertahankan batang ke atas selama kesan <em>cascade </em>masih tetap menjadi kekuatan tersendiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.3in;">Bonsai milik dari Tejo Suyoko Bondowoso adalah salah satu contoh keberanian tersebut. Meskipun, bisa jadi bonsai yang menang di ASPAX IX ini tidak tergolong <em>cascade</em> murni, sebab pertumbuhan batang atasnya lebih dominan. <strong>­– henri nc</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.3in;">(Majalah GREEN Hobby &#8211; No 12/2008)</p>
<p class="MsoNormal">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bonsaisidoarjo.wordpress.com/84/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bonsaisidoarjo.wordpress.com/84/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&blog=1906643&post=84&subd=bonsaisidoarjo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2008/09/06/menyoal-keindahan-bonsai-cascade/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e38ed2daf183ce2a786ec7a2bbf505d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppbisidoarjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2008/09/sancang-freddy.jpg?w=270" medium="image">
			<media:title type="html">sancang-freddy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menundukkan Bonsai Sulit</title>
		<link>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2008/09/06/menundukkan-bonsai-sulit/</link>
		<comments>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2008/09/06/menundukkan-bonsai-sulit/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 08:38:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppbisidoarjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[APRESIASI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Bonsai santigi milik Kian Fuk itu memang sepintas tak beraturan bentuknya. Cabang-cabangnya meliuk-liuk ke segala arah. Sulit menerka “apa maunya” bonsai ini. Namun justru itulah yang menjadi tantangan tersendiri.
Dalam pertemuan rutin PPBI Cabang Probolinggo beberapa waktu yang lalu, Sulistiyanto Suyoso diminta melakukan demo training terhadap bonsai sulit tersebut. Nyaris tanpa persiapan sama sekali. Hanya ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&blog=1906643&post=78&subd=bonsaisidoarjo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2008/09/photo-11.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-80" title="photo-11" src="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2008/09/photo-11.jpg?w=127&#038;h=96" alt="" width="127" height="96" /></a>Bonsai santigi milik Kian Fuk itu memang sepintas tak beraturan bentuknya. Cabang-cabangnya meliuk-liuk ke segala arah. Sulit menerka “apa maunya” bonsai ini. Namun justru itulah yang menjadi tantangan tersendiri.<span id="more-78"></span></p>
<p>Dalam pertemuan rutin PPBI Cabang Probolinggo beberapa waktu yang lalu, Sulistiyanto Suyoso diminta melakukan demo training terhadap bonsai sulit tersebut. Nyaris tanpa persiapan sama sekali. Hanya ada waktu beberapa menit untuk “membaca” bonsai tersebut. Maka ketika Sulis melakukan traning, lelaki yang sering dipanggil “Sulis Ninja” itupun mengalir saja. Dia malah menciptakan ruang dialog sehingga proses training itu menjadi interaktf.<br />
<a href="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2008/09/photo-2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-81" title="photo-2" src="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2008/09/photo-2.jpg?w=153&#038;h=230" alt="" width="153" height="230" /></a>Dari beberapa cabang yang tak beraturan itu, kemudian dipilih yang kira-kira dapat dijadikan andalan untuk menuju gaya cascade alias menyerupai air terjun. Maka dilakukan simulasi dengan cara menjungkirkan pot ke arah miring, sehingga dapat diperkirakan bentuk yang hendak dituju. Kemudian, pohon dijebol dari medianya, pot dikembalikan ke posisi semula, tapi pohon digulingkan sehingga bagian belakangnya terangkat sampai kelihatan akarnya.<br />
Dahan yang dianggap menghalangi kesan air terjun itu dibabat habis. Sengaja fokus diarahkan pada satu cabang utama. Persoalannya, cabang yang dijadikan andalan itu terlalu meliuk-liuk, sampai arahnya masuk kembali ke arah dalam pot. Seorang peserta diskusi langsung berkomentar, “apa arah cabang itu tidak terlalu masuk?”<br />
Sulis setuju, langsung bonggol pohon yang sudah terjungkir itu sedikit dikembalikan lagi arahnya sehingga arah cabang utama itu tidak melewati garis vertikal batas pot.<br />
Menurut Sulis, “saya senang kalau  dikritik.” Maka dikisahkan, ketika usai melakukan training bonsai, dia sengaja meminta pendapat orang awam yang sama sekali tidak paham bonsai. Dikatakan, pernah ada langganan pijatnya yang iseng-iseng mengamati bonsai koleksi Sulis. Ketika dimintai komentar, si Tukang Pijat itu hanya berkata, “saya tidak mengerti bonsai Pak, tapi menurut saya ada yang kurang enak dilihat.”<br />
Sulis penasaran, “yang gak enak itu apanya,” sergah Sulis.<br />
“Tidak tahu Pak, pokoknya gak enak.”<br />
Sulis mengalah, sambil memandangi serius bonsai yang katanya “tidak enak” itu. Selang beberapa lama, ternyata ditemukanlah penyebabnya. Memang ada cabang yang mengganggu. Kemudian Sulis membuat simulasi menutupi dengan sobekan koran, dan bertanya kembali pada si pemijat itu. “Nah, itu baru enak Pak,” ujarnya.<br />
“Kenapa gak bilang dari tadi,” canda Sulis.<br />
<a href="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2008/09/photo-6.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-82" title="photo-6" src="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2008/09/photo-6.jpg?w=161&#038;h=189" alt="" width="161" height="189" /></a>Begitulah, memang tidak selalu orang yang pinter sekalipun pasti bagus hasilnya ketika melakukan proses training bonsai. Pendapat orang awam diperlukan untuk kontrol dan mengambil jarak dari diri sendiri.<br />
Terhadap bonsai yang “sulit” itu tadi, Sulis menyampaikan di depan anggota PPBI Probolinggo, bahwa jangan takut melakukan eksperiman. Jangan takut ditertawakan orang lain karena bonsainya dianggap aneh.<br />
Soal “keanehan itu, pada bonsai santigi milik Kian Fuk itu, Sulis sengaja memperlihatkan akar yang keluar dari medianya. “Malah saya punya angan-angan membuat bonsai dengan akar terbalik, kemudian kembali ke bawah membentuk seperti kurungan,” ujarnya. &#8211; henri</p>
<p>(Majalah GREEN Hobby, No 12 &#8211; 2008)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bonsaisidoarjo.wordpress.com/78/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bonsaisidoarjo.wordpress.com/78/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&blog=1906643&post=78&subd=bonsaisidoarjo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2008/09/06/menundukkan-bonsai-sulit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e38ed2daf183ce2a786ec7a2bbf505d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppbisidoarjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2008/09/photo-11.jpg?w=127" medium="image">
			<media:title type="html">photo-11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2008/09/photo-2.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">photo-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2008/09/photo-6.jpg?w=255" medium="image">
			<media:title type="html">photo-6</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>