<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Majalah Jelajah BONSAI</title>
	<atom:link href="http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com</link>
	<description>Majalah Khusus Pecinta Bonsai</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Feb 2011 15:42:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bonsaisidoarjo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Majalah Jelajah BONSAI</title>
		<link>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/osd.xml" title="Majalah Jelajah BONSAI" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Permintaan Berlangganan</title>
		<link>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2010/05/27/permintaan-berlangganan/</link>
		<comments>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2010/05/27/permintaan-berlangganan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 10:21:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppbisidoarjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar Redaksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Banyak sms dan telepon yang menanyakan, bagaimana cara berlangganan majalah Jelajah BONSAI? Caranya gampang saja, berapa edisi yang Anda inginkan? Misalnya 5 atau 10 edisi ke depan? Jangan dihitung pertahun, sebab meski majalah ini diterbitkan secara triwulanan, bisa jadi dalam tempo dua bulan sudah bisa terbit. Atau, kalau ada peristiwa penting yang harus ditunggu untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&amp;blog=1906643&amp;post=192&amp;subd=bonsaisidoarjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak sms dan telepon yang menanyakan, bagaimana cara berlangganan majalah Jelajah BONSAI? Caranya gampang saja, berapa edisi yang Anda inginkan? Misalnya 5 atau 10 edisi ke depan? Jangan dihitung pertahun, sebab meski majalah ini diterbitkan secara triwulanan, bisa jadi dalam tempo dua bulan sudah bisa terbit. Atau, kalau ada peristiwa penting yang harus ditunggu untuk dimuat, bisa terbit di atas tiga bulan.<span id="more-192"></span></p>
<p>Tentu saja, harga langganan tersebut akan diperhitungkan dengan ongkos kirim yang ditentukan kemudian. Tergantung daerah tujuannya. </p>
<p>Tetapi sangat disarankan, lebih baik berlangganan secara kolektif. Sehingga ongkos pengirimannya dapat ditekan sangat murah. Soal harga penjualan, meski sudah dicantumkan resmi di cover majalah, kami menyerahkan sepenuhnya untuk dijual berapa saja. Hal ini mengingat biaya distribusi lokal yang berbeda-beda di setiap daerah. </p>
<p>Soal berapa minimal jumlah calon pelanggan yang dibutuhkan, sebaiknya tidak usah terlalu mencari kepastian lebih dulu. Artinya, Anda bisa langsung pesan (misalnya) 20 eks majalah, meski saat ini masih bisa mengumpulkan beberapa calon pelanggan saja. Karena ini majalah yang tidak pernah basi isinya, nah perlahan-lahan Anda bisa menawarkan pada kerabat atau relasi. Jangan sampai karena hanya punya calon pelanggan atau pembeli (misalnya) 5 orang, kemudian hanya pesan 10 eks majalah. Ujung-ujungnya, begitu 10 majalah itu habis, maka minta dikirimi lagi. Dan ini pasti berdampak pada ongkos pengiriman.</p>
<p>Kasus seperti itu sudah terjadi di dua daerah. Jangan sampai terulang lagi. Percayalah, majalah Jelajah Bonsai ini pasti akan dibeli oleh komunitas bonsai, meski sudah beredar sampai setahun misalnya. Atau sudah beredar edisi yang baru. &#8220;Tidak ada matinya,&#8221; kata anak muda. Karena  majalah Jelajah Bonsai, adalah: MAJALAH KHUSUS BONSAI PERTAMA DAN (MASIH) SATU-SATUNYA DI INDONESIA.</p>
<p>Salam.<strong> &#8211; JB</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bonsaisidoarjo.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bonsaisidoarjo.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bonsaisidoarjo.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bonsaisidoarjo.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&amp;blog=1906643&amp;post=192&amp;subd=bonsaisidoarjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2010/05/27/permintaan-berlangganan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e38ed2daf183ce2a786ec7a2bbf505d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppbisidoarjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanggapan Permintaan Distributor</title>
		<link>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2010/05/22/tanggapan-permintaan-distributor/</link>
		<comments>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2010/05/22/tanggapan-permintaan-distributor/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 05:47:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppbisidoarjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar Redaksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[Sehubungan dengan banyaknya permintaan menjadi distributor majalah JELAJAH BONSAI dengan ini disampaikan, bahwa bagi siapa yang mengirimkan pembayaran lebih dulu, minimal setengah harga penjualan, akan lebih diutamakan. Bagi calon distributor di luar Jawa, karena beaya pengiriman lumayan mahal, maka ongkos pengiriman tersebut akan ditanggung berdua antara pengirim dan penerima. Sedangkan harga penjualan eceran diserahkan sepenuhnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&amp;blog=1906643&amp;post=189&amp;subd=bonsaisidoarjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sehubungan dengan banyaknya permintaan menjadi distributor majalah JELAJAH BONSAI dengan ini disampaikan, bahwa bagi siapa yang mengirimkan pembayaran lebih dulu, minimal setengah harga penjualan, akan lebih diutamakan. Bagi calon distributor di luar Jawa, karena beaya pengiriman lumayan mahal, maka ongkos pengiriman tersebut akan ditanggung berdua antara pengirim dan penerima. Sedangkan harga penjualan eceran diserahkan sepenuhnya kepada distributor, sesuai dengan tingkat kesulitan mendistribusikannya. </p>
<p>Atas perhatiannya disampaikan terima kasih. <strong>JB</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bonsaisidoarjo.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bonsaisidoarjo.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bonsaisidoarjo.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bonsaisidoarjo.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/189/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&amp;blog=1906643&amp;post=189&amp;subd=bonsaisidoarjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2010/05/22/tanggapan-permintaan-distributor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e38ed2daf183ce2a786ec7a2bbf505d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppbisidoarjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MAAF Majalah Belum Beredar Luas</title>
		<link>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2010/05/13/maaf-majalah-belum-beredar-luas/</link>
		<comments>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2010/05/13/maaf-majalah-belum-beredar-luas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 May 2010 11:37:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppbisidoarjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar Redaksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Maaf beribu maaf, majalah JELAJAH BONSAI belum bisa beredar secara luas. Hal ini karena ada kendala teknis di percetakan. Dalam pameran bonsai di Pati kemarin, hanya beredar sekitar 300 eksemplar. Itupun sudah terbagi habis untuk distributor Jogjakarta, Karanganyar, Ponorogo dan Pati sendiri, (alamat distributor dapat dilihat di kolom samping kanan blog ini) disamping yang dijual [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&amp;blog=1906643&amp;post=183&amp;subd=bonsaisidoarjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf beribu maaf, majalah JELAJAH BONSAI belum bisa beredar secara luas. Hal ini karena ada kendala teknis di percetakan. Dalam pameran bonsai di Pati kemarin, hanya beredar sekitar 300 eksemplar. Itupun sudah terbagi habis untuk distributor Jogjakarta, Karanganyar, Ponorogo dan Pati sendiri, (alamat distributor dapat dilihat di kolom samping kanan blog ini) disamping yang dijual eceran di arena pameran. </p>
<p>Karena itu, bagi pemesan, baik calon pembeli maupun calon distributor, kami baru bisa memenuhi pesanan setelah hari Senin depan (17 Mei). Bagi pemesan yang transfer lebih dulu atau bayar di depan, akan lebih diutamakan. Sekali lagi mohon maaf, dan terima kasih banyak atas perhatian dan dukungannya. <strong>hnr</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bonsaisidoarjo.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bonsaisidoarjo.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bonsaisidoarjo.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bonsaisidoarjo.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/183/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&amp;blog=1906643&amp;post=183&amp;subd=bonsaisidoarjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2010/05/13/maaf-majalah-belum-beredar-luas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e38ed2daf183ce2a786ec7a2bbf505d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppbisidoarjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Senirupa Bonsai Mencari Pengakuan</title>
		<link>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2010/05/06/senirupa-bonsai-mencari-pengakuan/</link>
		<comments>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2010/05/06/senirupa-bonsai-mencari-pengakuan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 23:50:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppbisidoarjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Liputan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Bonsai bukan lagi hanya sekadar tanaman hias. Beberapa tahun belakangan ini sudah ada klaim bahwa bonsai adalah karya seni, khususnya seni rupa tiga dimensi. Namun seorang antropolog yang juga kurator senirupa menolak klaim tersebut, karena bonsai minim rekayasa manusia. Kurator lainnya mengakui sebagai seni, namun bukan senirupa. Sementara kalangan pecinta bonsai, punya alasan kuat untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&amp;blog=1906643&amp;post=169&amp;subd=bonsaisidoarjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bonsai bukan lagi hanya sekadar tanaman hias. Beberapa tahun belakangan ini sudah ada klaim bahwa bonsai adalah karya seni, khususnya seni rupa tiga dimensi. Namun seorang antropolog yang juga kurator senirupa menolak klaim tersebut, karena bonsai minim rekayasa manusia. Kurator lainnya mengakui sebagai seni, namun bukan senirupa. Sementara kalangan pecinta bonsai, punya alasan kuat untuk tetap mengklaim bahwa bonsai adalah seni rupa.<span id="more-169"></span></p>
<p>Klaim bonsai sebagai karya senirupa selama ini memang dilakukan kalangan penggemar bonsai sendiri. Meski mereka yang melakukan itu adalah juga perupa, dan memiliki latarbelakang pendidikan formal seni rupa, tetap saja mereka lebih berpihak pada bonsai. Robert Steven misalnya, adalah seorang pelukis dan pematung, Wahjudi D. Sutomo juga seorang pelukis dan sarjana senirupa. Sigit Margono yang pematung dan dosen senirupa, yang bukan kolektor bonsai, namun intensitasnya dalam perbonsaian sangat kental. Sehingga klaim yang dilakukannya bahwa bonsai adalah karya senirupa, masih bias. </p>
<p>Yang jelas, kecenderungan memaknai bonsai sebagai karya senirupa ini menarik. Dalam serangkaian diskusi bonsai selama ini, yang sering dibicarakan adalah seni rupa. Istilah-istilah senirupa bersliweran dalam diskusi seni bonsai. Bahkan, ini yang menarik, PPBI Sidoarjo pernah menggelar pameran apresiasi dengan mendatangkan juri yang terdiri dari pelukis, pematung dan fotografer. </p>
<p>Bagaimanakah pandangan kalangan senirupa sendiri? Yang tidak mengerti bonsai? Untuk itu majalah Jelajah Bonsai melakukan serangkaian wawancara dengan pihak-pihak yang sangat berkompeten untuk hal itu. Wahjudi D. Sutomo misalnya, adalah pihak pertama yang melontarkan wacana senirupa bonsai ini. Posisinya sebagai perupa sekaligus penggemar bonsai, tentu bisa dianggap bias. Nah, bagaimana dengan Suwarno Wisetrotomo? Dosen senirupa ISI Yogyakarta ini ternyata memiliki pandangan yang berbeda mengenai seni bonsai. Suwarno sengaja ditemui di rumahnya yang asri, model pendopo, di kawasan Banguntapan Yogyakarta</p>
<p>Sementara Djuli Djatiprambudi, mendukung klaim senirupa bonsai itu. Djuli adalah Doktor Senirupa lulusan ITB dan sekarang menjabat sebagai Ketua Jurusan (Kajur) Senirupa FBS Unesa. Pendapat senada didukung oleh Noor Ibrahim, pematung Surabaya yang berpengalaman  pameran di berbagai negara. Yusuf Susilo Hartono, pemimpin redaksi majalah Visual Art, dengan hati-hati tidak menolak klaim senirupa bonsai itu, meski diakuinya bahwa nampaknya komunitas senirupa negeri ini belum sepenuhnya bisa menerima klaim tersebut.</p>
<p>Pandangan yang berbeda dilontarkan oleh Jean Couteau, antropolog asal Prancis yang berdiam di Bali. Jean adalah juga seorang, penulis, pengamat dan kurator senirupa ternama di Indonesia. </p>
<p>Manakah yang benar?  Rangkaian wawancara ini tidak dimaksudkan untuk mencari kebenaran tunggal. Biar saja mereka berbicara menurut perspektifnya sendiri. Yang jelas, karena selama ini kalangan penggemar bonsai suka mengklaim bahwa bonsai adalah karya senirupa, maka sudah saatnya orang senirupa sendiri yang perlu ditanya pendapatnya mengenai hal ini.</p>
<p>Bisa jadi mereka mendukung klaim tersebut, atau malah menolaknya, juga yang berpendapat moderat. Mereka ada yang mengerti bonsai, ada yang hanya senang, ada yang tidak mengerti sama sekali. Dan ketika pendapatnya dirasa kurang sesuai dengan potret perkembangan bonsai saat ini, maka itulah tugas kalangan penggemar bonsai untuk melakukan kampanye. Bahwa bonsai harus diperkenalkan ke luar dunia bonsai. Tidak hanya asyik di kalangan penggemar bonsai sendiri. Jangan jadi jago kandang. Itulah pesan pentingnya. <strong>- hnr</strong></p>
<p>(Ulasan lebih lengkap dapat dibaca di majalah JELAJAH BONSAI edisi 01 -2010)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bonsaisidoarjo.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bonsaisidoarjo.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bonsaisidoarjo.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bonsaisidoarjo.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/169/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&amp;blog=1906643&amp;post=169&amp;subd=bonsaisidoarjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2010/05/06/senirupa-bonsai-mencari-pengakuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e38ed2daf183ce2a786ec7a2bbf505d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppbisidoarjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penjurian yang Ideal, Bagaimana Seharusnya?</title>
		<link>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2010/05/06/penjurian-yang-ideal-bagaimana-seharusnya/</link>
		<comments>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2010/05/06/penjurian-yang-ideal-bagaimana-seharusnya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 23:46:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppbisidoarjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Liputan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Dalam setiap pameran (kontes) bonsai selalu terjadi kontroversi soal hasil penilaian para juri. Ketidak-puasan selalu saja muncul dalam berbagai bentuknya. Model penjurian yang selama ini dilakukan PPBI dianggap ketinggalan jaman. Maka muncul model penilaian alternatif. Meski ternyata, hal ini juga tidak lepas dari kontroversi juga. Selama ini, model penjurian yang dilakukan oleh Juri PPBI adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&amp;blog=1906643&amp;post=167&amp;subd=bonsaisidoarjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam setiap pameran (kontes) bonsai selalu terjadi kontroversi soal hasil penilaian para juri. Ketidak-puasan selalu saja muncul dalam berbagai bentuknya. Model penjurian yang selama ini dilakukan PPBI dianggap ketinggalan jaman. Maka muncul model penilaian alternatif. Meski ternyata, hal ini juga tidak lepas dari kontroversi juga.<span id="more-167"></span></p>
<p>Selama ini, model penjurian yang dilakukan oleh Juri PPBI adalah menggunakan metode kuantitatif. Bahwa setiap bonsai peserta pameran dinilai dalam bentuk angka-angka, sehingga akhirnya dapat direkap dan diketahui bonsai mana yang mendapatkan nilai tertinggi. Itu sebabnya dalam sebuah kontes, panitia akhirnya dapat menyebutkan Best Bonsai in Show, The Best Ten, The Best in Size atau The Best in Species.</p>
<p>Di sisi yang lain, ada model penjurian (sebut saja) kualitatif, yaitu memilih bonsai-bonsai yang terbaik menurut penilaian masing-masing juri, kemudian dilakukan cross check sehingga akhirnya ditemukan sejumlah bonsai terbaik. Pemberian angka dapat dilakukan setelah ditemukan nominasi bonsai terbaik tersebut.</p>
<p>Masing-masing model penilaian tersebut seolah-olah menjadi dua kutup dalam kontes bonsai. Model kuantitatif dilakukan PPBI, sedangkan model kualitatif dilakukan dalam pameran non-PPBI. Meskipun, PPBI sendiri pernah melakukan model penilaian kualitatif, yaitu ketika dilangsungkan pameran ASPAC di Bali tahun 2007. Hal ini karena semua jurinya berasal dari luar negeri. </p>
<p>Tanpa bermaksud mempertentangkan dua model penilaian tersebut, setidaknya model kedua (kualitatif) muncul karena ada ketidak-puasan terhadap penilaian kuantitatif yang dilakukan juri-juri PPBI. Suara-suara yang selama ini muncul, menganggap bahwa juri tidak mengikuti perkembangan dunia bonsai. Itu sebabnya bonsai yang menang kebanyakan gaya formal, atau bonsai yang “memohon” (menyerupai pohon mini). Sedangkan bonsai gaya “kontemporer” dipastikan tidak akan mendapat juara. </p>
<p>Kecenderungan seperti ini dianggap menghambat perkembangan bonsai. Ketika bonsai sudah memasuki wilayah seni, maka aspek estetik sangat penting diperhitungkan. Bonsai tidak bisa hanya semata-mata dinilai berdasarkan angka-angka kuantitatif belaka, melainkan harus juga memperhitungkan aspek estetikanya. Dengan kata lain, bahwa dalam seni bonsai terkandung juga ekspresi pembuatnya (baca: seniman bonsai).<br />
Hanya saja, satu-satunya kontes bonsai yang masih ”diakui” selama ini adalah model penilaian kuantitatif gaya PPBI itu tadi. Apa boleh buat. Orang boleh saja protes, tidak puas, menolak dan sebagainya, namun selama mengikuti pameran PPBI maka harus tunduk pada aturan penjurian yang sudah dibakukan oleh satu-satunya perkumpulan penggemar bonsai di Indonesia itu. Dengan kata lain, kalau tidak setuju model penilaian seperti itu, ya gak usah ikut pameran. ‘</p>
<p>Dan memang begitulah yang terjadi selama ini. Sudah semakin banyak orang-orang yang menolak penjurian model PPBI, kemudian bersikap “dewasa” dengan cara tidak ikut pameran. Bahkan, ada juga yang terang-terangan menolak ikut pameran karena ada oknum juri yang dianggapnya tidak credible dalam melakukan penilaian. Ada pemain bonsai senior yang terang-terangan menolak ikut pameran kalau nama-nama tertentu tercantum menjadi anggota Tim Juri. Dan hal ini, sah-sah saja dilakukan. Ketimbang memaksakan diri ikut, tapi kemudian ngomel-ngomel  terhadap hasil penilaian. </p>
<p>Tentu saja, kondisi ini menjadi bahan introspeksi bagi Juri PPBI sendiri. Mereka perlu melakukan evaluasi, baik terhadap sistem, maupun personal jurinya sendiri. Perbaikan harus terus menerus dilakukan, karena seni bonsai terus berkembang. Perkara laju upaya perbaikan itu masih belum sebanding dengan tahapan perkembangan seni bonsai, yang penting sudah ada upaya memperbaiki, dan tidak bersikukuh pada status quo. </p>
<p><strong>Berbagai Pendapat</strong></p>
<p>Kontroversi model penilaian bonsai yang ideal ini pernah dimunculkan ke permukaan oleh majalah Green Hobby (sudah tidak terbit lagi, red) sekitar dua tahun yang lalu. Pendapat Freddy, Sulistiyanto, Robert Steven dan Gunawan, di bawah ini, disarikan dari majalah tersebut. </p>
<p>Menurut Freddy Kustianto, mantan ketua Dewan Juri PPBI,  juri bonsai harus menguasai ilmu botani. Tidak bisa hanya menilai bonsai semata-mata hanya dari segi penampilannya saja. Juri harus kuasai karakter masing-masing jenis pohon, tahu habitatnya, sehingga juga harus tahu tingkat kesulitannya. Sehingga, tidak bisa dilakukan penilaian dengan menyamaratakan semua jenis tanaman. Harus ada penilaian berdasarkan spesiesnya, dan juga ukurannya. </p>
<p>Sementara Sulistiyanto Soejoso, salah satu pendiri PPBI Sidoarjo, berpendapat sebaliknya. Juri bonsai tidak perlu memperhitungkan aspek botani, sebab pada prakteknya juri kita memang bukan ahli botani. Aspek kesehatan juga tidak perlu diperhitungkan, sebab bonsai yang tampil mustinya harus sehat. Bonsai adalah karya seni rupa, jadi harus dinilai berdasarkan penampilannya belaka. Tidak mungkin juri menguasai semua jenis pohon sebagaimana mengenalnya dengan baik di alam. </p>
<p>Sedangkan Gunawan Wibisono, ketua Dewan Juri PPBI, secara umum menyatakan, bahwa sistem penjurian bonsai yang dilakukan selama ini sebetulnya merupakan bagian dari proses pembelajaran bagi para penggemar bonsai. Itulah sebabnya ada rapor penilaian yang dibuat dalam setiap kontes. Memang banyak yang tidak sesuai dengan yang diinginkan sebagai penjurian yang ideal, namun tak bisa menyalahkan juri saja. Semua pemain bonsai harus introspeksi.</p>
<p>Umar Hs, sekretaris Dewan Juri yang ditemui oleh majalah Jelajah Bonsai baru-baru ini, mengungkapkan bahwa perbaikan demi perbaikan terus menerus dilakukan oleh Dewan Juri PPBI. Bahwa sepanjang sejarah PPBI baru dalam periode ini dilakukan pertemuan rutin setiap 6 (enam) bulan sekali antarjuri, yang selalu saja membahas upaya untuk memperbaiki sistem penilaian. </p>
<p>Bahwa bonsai adalah sebuah karya seni, sudah direspon oleh para juri dengan mengubah metode penilaian dengan mengutamakan aspek penampilannya lebih dulu, baru kemudian dinilai aspek-aspek yang lainnya. Para juri juga diharuskan keliling lokasi pameran lebih dulu untuk mendapatkan gambaran umum mengenai kualitas peserta, dan boleh melakukan penilaian darimana saja, jadi tidak langsung memberi angka pada bonsai yang pertama kali dilihatnya. </p>
<p>Dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Klub Seni Bonsai Indonesia (Aksisain) di Surabaya akhir Februari lalu, Wahjudi D. Soetomo juga mengemukakan model penilaian tersendiri dalam pameran bonsai. Menurut pendiri Forum Komunikasi Bonsai Surabaya (FKBS) ini, ada tiga hal penting yang harus diperhatikan terkait penjurian bonsai. Yaitu, wawasan tentang bonsai, kriteria penilaian, dan kriteria juri itu sendiri. </p>
<p>Bahwa juri harus menguasai betul apa yang disebut bonsai itu. Bahwa bonsai disamping sebagai obyek juga sebagai subyek. Bonsai yang baik harus memenuhi dua faktor, yaitu organik dan estetik. Terhadap dua aspek itulah dilakukan penilaian terhadap bonsai, berdasarkan obyektivitas dengan menggunakan ilmu pengetahuan serta wawasan tentang bonsai yang baik sebagai pijakan. Sedangkan sosok juri itu sendiri, haruslah orang yang punya wawasan luas tentang bonsai, bisa membuat bonsai, punya karya tulis tentang bonsai serta memiliki reputasi baik di bidang bonsai secara nasional maupun internasional.</p>
<p>Pandangan dari orang luar bonsai, datang dari Suwarno Wisetrotomo, dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Menurut kurator yang berpengalaman dalam banyak pameran senirupa nasional itu, penjurian justru harus mengutamakan kondisi kehidupan bonsai itu sendiri. Boleh-boleh saja bonsai memiliki ungkapan estetik yang indah, namun kalau kemudian disiksa sedemikian rupa sehingga tinggal hanya dua daun misalnya, itu tidak dapat ditoleransi sama sekali.  </p>
<p>Bahwa bonsai sudah memiliki rumahnya sendiri, yaitu Seni Bonsai. Karena itu diperlukan penjurian lintas disiplin untuk menilai bonsai, tidak cukup hanya dari sisi estetisnya saja, sehingga dapat mengembangkan parameter dengan adanya perpektif bandingan dari luar bonsai. Dalam kompetisi senirupa misalnya, kadang diperlukan seorang filsuf untuk memberikan penilaian menurut keahliannya. <strong>- hnr</strong></p>
<p>(Ulasan lebih lengkap dapat dibaca di majalah JELAJAH BONSAI edisi 01 &#8211; 2010)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bonsaisidoarjo.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bonsaisidoarjo.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bonsaisidoarjo.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bonsaisidoarjo.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&amp;blog=1906643&amp;post=167&amp;subd=bonsaisidoarjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2010/05/06/penjurian-yang-ideal-bagaimana-seharusnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e38ed2daf183ce2a786ec7a2bbf505d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppbisidoarjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ir. Bambang Subiandono, Dipl Ing: Biarkan Bonsai Bicara</title>
		<link>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2010/05/06/ir-bambang-subiandono-dipl-ing-biarkan-bonsai-bicara/</link>
		<comments>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2010/05/06/ir-bambang-subiandono-dipl-ing-biarkan-bonsai-bicara/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 18:40:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppbisidoarjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Bonsai yang bagus manakala bisa bicara sendiri mengenai jatidirinya. Sebab pada dasarnya setiap pohon memiliki karakternya sendiri, dan akan terus terbawa ketika menjadi bonsai. Maka seorang seniman bonsai tidak bisa memaksakan kehendaknya sesuka hati. Seniman bonsai musti memahami bagaimana karakter pohon dan menghadirkannya dalam karya bonsai yang indah. Bambang Subiandono, yang mengatakan hal itu, berdasarkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&amp;blog=1906643&amp;post=160&amp;subd=bonsaisidoarjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2010/05/bambang-blog1.jpg"><img src="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2010/05/bambang-blog1.jpg?w=283&#038;h=230" alt="" title="Bambang - blog" width="283" height="230" class="alignright size-full wp-image-163" /></a>Bonsai yang bagus manakala bisa bicara sendiri mengenai jatidirinya.  Sebab pada dasarnya setiap pohon memiliki karakternya sendiri, dan akan terus terbawa ketika menjadi bonsai. Maka seorang seniman bonsai tidak bisa memaksakan kehendaknya sesuka hati. Seniman bonsai musti memahami bagaimana karakter pohon dan menghadirkannya dalam karya bonsai yang indah. <span id="more-160"></span></p>
<p>Bambang Subiandono, yang mengatakan hal itu, berdasarkan pengalamannya merawat bonsainya sendiri. Tenaga ahli sumberdaya air ini memiliki ribuan bonsai dari berbagai jenis yang variatif di kawasan Monumen Jogja Kembali (Monjali) untuk pembesaran. Sedangkan bonsai-bonsai setengah jadi atau yang sudah jadi ditata dengan rapi di rumahnya, Perum Nandan Idaman 145 Yogyakarta. Kalau toh koleksinya ada yang dijual, tidak ada target harus laku. “Tidak laku ya gak masalah,” ujarnya santai. </p>
<p>Mulai hobi bonsai sejak tahun 1990-an, Bambang lebih suka melakukan training sendiri, meski kesibukannya juga seolah tak kenal waktu senggang. Karena itu, dia suka dengan bonsai yang masih setengah jadi, lantaran menghadirkan tantangan untuk menggarapnya sampai dianggap jadi. Bonsai menuntut hak untuk diperlihara dengan baik. Penggemar bonsai memiliki tanggungjawab untuk membuatnya tetap hidup, karena sudah mencerabut dari habitatnya yang alamiah dipindah ke lingkungan manusia. </p>
<p>Merawat bonsai dilakukan sebagai selingan di tengah kesibukannya yang menumpuk. Karena sejak kecil memang sudah suka dengan alam. Maka mencintai alam, sudah menjadi filosofinya hingga kini. Bahwa manusia diturunkan ke muka bumi adalah sebagai khalifah, yang harus menjaga alam, tak boleh merusaknya. Bahwa alam raya ini juga mahluk hidup. Bahkan gunungpun juga ada rohnya. Bukan sekadar benda mati. Manusia harus merasa ada hubungan timbal balik. Terjadinya bencana alam itu karena adanya ketidak-seimbangan dalam hubungan timbal balik tersebut. Bahwa alam sedang protes, tidak semua manusia bisa merasakan.<br />
Bapak dua anak dan kakek dua cucu ini percaya, bahwa setiap tanaman itu memiliki karakternya sendiri. Karena itu cara perawatannya juga berbeda-beda. Kita harus tahu persis bagaimana memperlakukan tanaman saat kemarau misalnya. Sementara ketika musim hujan, biasanya tanaman rentan penyakit, banyak binatang yang muncul, seperti ulat, kupu atau bahkan kwangwung. </p>
<p>Pohon iprik misalnya, kalau tak ketahuan dalam semalam saja langsung habis dimakan ulat. Kita juga harus tahu bahwa Mustam itu rakus makanan. Jika medianya tidak subur dan tidak diganti, maka batangnya mudah keropos. Kawista, dikenal sebagai tanaman yang bandel, tahan kekurangan air, makin kering medianya malah makin bagus, asal tidak sampai kekeringan dan akhirnya mati. Rata-rata tanaman berduri tahan kekurangan air.<br />
Demikian pula Wahong, juga dikenal rakus makanan. Medianya harus sering diganti, harus dilakukan repotting. Penyakitnya adalah semacam jamur putih yang muncul di celah-celah batang. Harus rajin mengamati, dan kemudian membersihkannya dengan sikat. Kalau perlu, disemprot dengan pestisida dicampur sabun cuci. Campuran ini juga dapat digunakan untuk memberantas kutu di bonsai beringin.</p>
<p>Karena tanaman memiliki karakter itulah maka seorang trainer tidak bisa memaksakan kehendaknya untuk menjadikan bonsai sesuai kehendaknya. Seringkali muncul titik tumbuh di bagian yang tidak diinginkan. Adanya titik tumbuh ini menunjukkan jalur makanan. Kadang pertumbuhan yang semula tidak dikehendaki ini justru memberikan karakter tersendiri. Kalau mau tumbuh sesuai keinginan, bisa dilakukan dengan sistem tempel mata tunas. </p>
<p>Pada prinsipnya, “bagaimana mengolah tanaman dari alam dengan sesedikit mungkin mengubah karakternya. Apa yang dirasakan “enak” dari karakter aslinya, sebaiknya diikuti saja,” ujar ahli persungaian, yang  pernah bekerja di Direktorat Sungai Departemen Pekerjaan Umum dan mengajar sumberdaya air di ITB ini.<br />
Pada dasarnya Bambang menyukai semua jenis tanaman. Jangan paksakan training ketika kondisi tanaman sedang tidak subur. Mungkin sedang sakit. Kalau dipaksa training, bisa  jadi malah mati. Training harus dilakukan ketika pohon dalam keadaan sehat, tumbuh subur, sehingga memiliki daya tahan yang cukup. Karena pada dasarnya, pohon itu mengalami kesakitan ketika detraining. Seperti kalau kita habis operasi. Jadi, jangan panaskan pohon seusai training, karena akan mengganggu pertumbuhan ranting, bahkan ranting-ranting akan ada yang mati. </p>
<p>Demikian pula pruning, harus dilakukan seimbang antara dedaunan dan perakaran. Tidak harus pruning dilakukan dengan menghabiskan semua dedaunan. Tergantung jenis tanamannya. Kalau tanaman yang daunnya sulit tumbuh, sebaiknya sisakan sebagian. Atau, diguntingi saja daunnya sehingga menjadi kecil-kecil. Lohansung misalnya, tidak bisa dilakukan pruning sampai daunnya habis. Kalau santigi, bisa fifty-fifty. Harus disisakan sebagian daunnya untuk memancing aliran makanan dari akar. Ada baiknya, pruning juga dibarengi dengan repotting. &#8211; hnr</p>
<p>(Majalah JELAJAH BONSAI edisi 01 &#8211; 2010)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bonsaisidoarjo.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bonsaisidoarjo.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bonsaisidoarjo.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bonsaisidoarjo.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/160/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&amp;blog=1906643&amp;post=160&amp;subd=bonsaisidoarjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2010/05/06/ir-bambang-subiandono-dipl-ing-biarkan-bonsai-bicara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e38ed2daf183ce2a786ec7a2bbf505d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppbisidoarjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2010/05/bambang-blog1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bambang - blog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peran Kolektor dalam Perkembangan Bonsai</title>
		<link>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2010/05/06/peran-kolektor-dalam-perkembangan-bonsai/</link>
		<comments>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2010/05/06/peran-kolektor-dalam-perkembangan-bonsai/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 18:32:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppbisidoarjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Peran kolektor ikut, bahkan sangat, menentukan perkembangan seni bonsai. Karena jasa kolektor inilah maka seni bonsai menjadi karya yang menarik dimiliki sebagai koleksi yang berharga. Bonsai sebagai karya seni menjadi eksklusif, yang tidak bisa begitu saja dinilai dengan uang berapapun. Tidak banyak penggemar bonsai yang berani memposisikan dirinya sebagai kolektor. Salah satu syaratnya tentu harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&amp;blog=1906643&amp;post=157&amp;subd=bonsaisidoarjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2010/05/djoko-blog.jpg"><img src="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2010/05/djoko-blog.jpg?w=213&#038;h=218" alt="" title="DJOKO - BLOG" width="213" height="218" class="alignleft size-full wp-image-158" /></a>Peran kolektor ikut, bahkan sangat, menentukan perkembangan seni bonsai. Karena jasa kolektor inilah maka seni bonsai menjadi karya yang menarik dimiliki sebagai koleksi yang berharga. Bonsai sebagai karya seni menjadi eksklusif, yang tidak bisa begitu saja dinilai dengan uang berapapun.<span id="more-157"></span></p>
<p>Tidak banyak penggemar bonsai yang berani memposisikan dirinya sebagai kolektor. Salah satu syaratnya tentu harus memiliki dukungan finansial yang memadai. Namun yang sesungguhnya tidak kalah penting adalah kecintaan yang sangat tulus pada seni bonsai. Karena adanya kecintaan itulah yang menjadikan bonsai bukan dipandang sebagai barang dagangan, melainkan karya seni yang tak ternilai harganya.</p>
<p>Disamping itu, seorang kolektor juga ditantang untuk memiliki pengetahuan yang mumpuni dalam seni bonsai, sehingga mereka paham betul mana bonsai yang bagus. Syukur kalau pemahaman ini juga disertai dengan kemampuan melakukan traning sendiri. Realitanya, memang sangat langka kolektor yang juga trainer. </p>
<p>Lebih-lebih karena persoalan waktu yang menjadikan mereka tidak memungkinkan melakukan training sendiri.<br />
Tapi paling tidak, seorang kolektor tidak gagap berdiskusi dengan trainer untuk memprogram bonsai koleksinya sendiri. Syarat yang paling minim, kolektor tentu harus paham hortikutura, agar bonsainya  menjadi barang indah yang sekaligus hidup sehat sebagaimana tanaman lainnya.</p>
<p>Satu hal lagi, karena jasa kolektor ini pula yang menimbulkan dampak positif dalam bisnis bonsai. Tak heran kalau para pedagang dan pemburu selalu mengincar kolektor sebagai sasaran bisnis mereka. Dan itu sah-sah saja. Justru karena itulah maka dunia bonsai menjadi bergairah. </p>
<p>dr Tri Djoko Endro Susilo, Sp PK adalah seorang dokter ahli patologi klinik yang saat ini dikenal sebagai salah satu kolektor bonsai di Jogjakarta. Bapak satu anak ini mengaku bukan ahli soal bonsai, namun kecintaannya yang sedemikian rupa pada seni bonsai menjadikan dirinya rela mengoleksi ratusan bonsai. Sejumlah sekitar 85 bonsai ditempatkan di atas atap rumahnya, sebagian besar lagi dititipkan pada Montid, seorang aktivis seni bonsai yang tinggal di kawasan Prambanan. </p>
<p>Karena motivasinya bukan pada bisnis, maka alumnus Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta tahun 1992 ini hanya mengejar kepuasan tersendiri dalam aktivitasnya dalam dunia perbonsaian. Beberapa kali pameran yang diikutinya, juga semata-mata demi mendapatkan kepuasan tersendiri. Meskipun, dia punya kesan bahwa penilaian dalam pameran masih mengesankan subyektivitas.<br />
“Yang tampil sebagai pemenang kadang-kadang bukan yang terbaik,” ujar lelaki asli Solo yang lahir Malang 10 Juli 1965 ini.</p>
<p>Namun, dia buru-buru menambahkan, “tetapi saya bukan pakar bonsai lho, hanya belajar dari buku dan pengalaman pribadi.” – hnc</p>
<p>(Majalah JELAJAH BONSAI edisi 01 &#8211; 2010)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bonsaisidoarjo.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bonsaisidoarjo.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bonsaisidoarjo.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bonsaisidoarjo.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&amp;blog=1906643&amp;post=157&amp;subd=bonsaisidoarjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2010/05/06/peran-kolektor-dalam-perkembangan-bonsai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e38ed2daf183ce2a786ec7a2bbf505d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppbisidoarjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2010/05/djoko-blog.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DJOKO - BLOG</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Komunitas Lintas Batas:Melawan Arus Anthurium</title>
		<link>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2010/05/06/komunitas-lintas-batasmelawan-arus-anthurium/</link>
		<comments>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2010/05/06/komunitas-lintas-batasmelawan-arus-anthurium/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 18:24:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppbisidoarjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[KLIPING]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kelebihan dunia perbonsaian di Jogjakarta adalah tumbuhnya berbagai komunitas sesama penggemar bonsai. Ketika banyak orang tergila-gila dengan anthurium beberapa waktu yang lalu, di Jogjakarta malah tumbuh komunitas penggemar bonsai. Namanya Komunitas Lintas Batas, yang berada di dekat terminal bus Jogjakarta. Dibawah kordinasi Inspektur Polisi Wisnu Jakasaputra, di komunitas inilah bergabung para penggemar bonsai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&amp;blog=1906643&amp;post=153&amp;subd=bonsaisidoarjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2010/05/wisnu-jakas.jpg"><img src="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2010/05/wisnu-jakas.jpg?w=278&#038;h=300" alt="" title="Wisnu Jakas" width="278" height="300" class="alignright size-medium wp-image-154" /></a>Salah satu kelebihan dunia perbonsaian di Jogjakarta adalah tumbuhnya berbagai komunitas sesama penggemar bonsai. Ketika banyak orang tergila-gila dengan anthurium beberapa waktu yang lalu, di Jogjakarta malah tumbuh komunitas penggemar bonsai. Namanya Komunitas Lintas Batas, yang berada di dekat terminal bus Jogjakarta. Dibawah kordinasi Inspektur Polisi Wisnu Jakasaputra, di komunitas inilah bergabung para penggemar bonsai yang berlatar belakang mekanik otomotif, crosser, pekerja IT, pedagang, pelukis, pematung bahkan yang belum punya pekerjaan tetap.<span id="more-153"></span></p>
<p>Meski demikian, Wisnu yang bertugas di Biro Personalia Polda DIY ini tidak mau menonjolkan diri  “Bonsai adalah wujud pemberontakan terhadap kegilaan masyarakat terhadap anthurium,” kata polisi yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana S-2 di UPN Veteran Jogjakarta ini. </p>
<p>Menurut bapak satu anak ini, waktu itu bisnis anthurium sudah tidak sehat lagi. Bisnis tanpa akar. Ketika orang banyak meninggalkan bonsai, Wisnu dan komunitasnya malah ngopeni (mengurus dengan serius). Mereka tidak silau sedikitpun dengan gemerlap anthurium yang menghasilkan puluhan juta rupiah. </p>
<p>Menurut lelaki kelahiran Sragen, 13 Januari 1977 ini, bisnis anthurium waktu itu tidak realistis. Dikaji dari analisis intelejen ekonomi, itu bisnis semu, Yang betul-betul riil hanya sekitar 10 persen. Sudah diprediksi bakal ambruk. Meskipun, waktu itu dia malah ditertawai dengan komentar yang seperti itu. </p>
<p>Sekitar 250 bakalan bonsai tersimpan di halaman belakang rumah Wisnu, yang dijadikan markas komunitas ini. Tidak ada motivasi untuk menjual. Karena bonsai adalah sarana persahabatan untuk mengeratkan hubungan manusia dari berbagai profesi, usia, agama dan latar belakang pendidikan. Karena itu Wisnu prihatin kalau ego ditonjolkan. Jangan sampai hanya karena bonsai maka tidak saling menyapa. </p>
<p>Biarkan bonsai berkembang dalam suasana yang santun. Mau mengkritik juga harus dilakukan dengan santun. Jika semua sudah sama persepsinya, maka bonsai akan berkembang dalam keragaman pendapat masing-masing orang.  Bonsai harus bisa menjembatani antar individu. Konflik memang dibutuhkan, namun bagaimana caranya bisa berbeda tanpa konflik yang destruktif. </p>
<p>Bukan hanya diskusi bonsai yang sering digelar, melainkan telah tercipta suasana kekeluargaan sedemikian rupa. Sebut saja Lintang, perempuan anggota komunitas ini, merupakan sosok yang langka di dunia bonsai. Pekerja di seputar teknologi informasi ini konon menyukai bonsai yang dramatis, sehingga menciptakan tantangan tersendiri. Menurutnya bonsai lebih menarik dibanding tanaman biasa. Ada sesuatu yang tidak biasa pada bonsai. Masih ada dua perempuan lain  yang juga terlibat di sini. </p>
<p>Juga Roni (30 tahun), seorang mekanik mobil yang mengaku menyukai bonsai biasa saja, namun mendapatkan banyak hal justru diluar bonsai ketika bergabung dengan komunitas bonsai. Roni menyebut Wisnu sebagai sosok yang mahir mengelola SDM. Diskusi dilangsungkan bukan hanya soal bonsai, namun melebar ke masalah sosial, dan juga pribadi. Selama setahun bergabung, dari beberapa orang, belasan orang hingga sekarang puluhan orang bergabung di komunitas ini. Wisnu disebutnya ibarat seorang guru. </p>
<p>Bagi Alan Arif, profesinya sebagai pelukis malah mendapatkan tantangan tersendiri dalam komunitas bonsai ini. Dia merancang bonsai dalam bentuk sketsa lebih dulu, kemudian didiskusikan. &#8211; hnc</p>
<p>(Majalah JELAJAH BONSAI edisi 01 &#8211; 2010)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bonsaisidoarjo.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bonsaisidoarjo.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bonsaisidoarjo.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bonsaisidoarjo.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&amp;blog=1906643&amp;post=153&amp;subd=bonsaisidoarjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2010/05/06/komunitas-lintas-batasmelawan-arus-anthurium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e38ed2daf183ce2a786ec7a2bbf505d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppbisidoarjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2010/05/wisnu-jakas.jpg?w=278" medium="image">
			<media:title type="html">Wisnu Jakas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bonsai on the Rock: Tidak Harus Mencongkel</title>
		<link>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2010/05/06/bonsai-on-the-rock-tidak-harus-mencongkel/</link>
		<comments>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2010/05/06/bonsai-on-the-rock-tidak-harus-mencongkel/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 18:12:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppbisidoarjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[KLIPING]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Bonsai dan batu, ibarat dua elemen yang tak terpisahkan. Meski keberadaan batu bukan menjadi suatu keharusan, namun batu mampu memberikan impresi tersendiri terhadap keindahan bonsai. Persoalannya, apakah batu juga menjadi elemen yang ikut dinilai dalam suatu kontes bonsai? Keberadaan Bonsai on the Rock alias bonsai di atas batu, adalah hal menarik yang layak dicatat tersendiri. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&amp;blog=1906643&amp;post=148&amp;subd=bonsaisidoarjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2010/05/kimeng-koleksi-fathur-probolinggo-blog.jpg"><img src="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2010/05/kimeng-koleksi-fathur-probolinggo-blog.jpg?w=283&#038;h=278" alt="Kimeng koleksi Fathur Probolinggo" title="Kimeng koleksi Fathur Probolinggo - blog" width="283" height="278" class="alignleft size-full wp-image-149" /></a>Bonsai dan batu, ibarat dua elemen yang tak terpisahkan. Meski keberadaan batu bukan menjadi suatu keharusan, namun batu mampu memberikan impresi tersendiri terhadap keindahan bonsai. Persoalannya, apakah batu juga menjadi elemen yang ikut dinilai dalam suatu kontes bonsai?<span id="more-148"></span></p>
<p>Keberadaan Bonsai on the Rock alias bonsai di atas batu, adalah hal menarik yang layak dicatat tersendiri. Hanya saja,   para penggemar bonsai jangan sampai merusak lingkungan. Sebab ada saja  pemburu bakalan bonsai  yang menjajakan bonsai-bonsai di atas batu dan langsung dicongkel dari alam aslinya, yang pasti tandus. Mereka menjajakan dengan bangga bonsai-bonsai itu di stand bursa. Membanggakan cerita saat pengambilannya yang teramat sulit. Padahal, sebagai bakalan, bisa dikatakan nyaris tak bernilai.</p>
<p>Penggemar bonsai Robert Steven dan Soelistyosidhi, sama-sama menyayangkan para pemburu itu yang tidak mengindahkan kelestarian lingkungan. Sebab, Bonsai on the Rock tidak harus menjadi dicongkel dari alam, melainkan dapat direkayasa secara kreatif. kalangan penggemar bonsai dari Trenggalek misalnya, dengan cerdik memanfaatkan potensi batuan yang sudah artistik sejak dari alam aslinya. Batuan yang banyak terdapat di kawasan pantai selatan itu malah memberikan nilai lebih bagi bonsai yang biasa-biasa saja kalau tampil dengan pot biasa.</p>
<p>Belakangan malah muncul kreasi, bagaimana membuat batu tiruan dari semen.Dan supaya nampak kesan alaminya, dipoles dengan larutan karat besi, sebagaimana yang dilakukan pembonsai dari Blitar. Sementara di Tuban, ada pembonsai yang sanggup menghadirkan batu dari semen namun sama sekali tidak kelihatan asalnya.Sudah persis batu asli.</p>
<p>Fakta ini seharusnya menyadarkan para pemburu dan penjaja bonsai, yang terlalu “menjual cerita” ketimbang menawarkan nilai bonsainya sendiri. Bahwa meski tumbuh di atas batu, belum jaminan menjadi bakalan bonsai yang bagus. Padahal, yang mereka banggakan justru batunya itu.  &#8211; hnr</p>
<p>(dikutip dari majalah JELAJAH BONSAI edisi 01 &#8211; 2010</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bonsaisidoarjo.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bonsaisidoarjo.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bonsaisidoarjo.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bonsaisidoarjo.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&amp;blog=1906643&amp;post=148&amp;subd=bonsaisidoarjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2010/05/06/bonsai-on-the-rock-tidak-harus-mencongkel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e38ed2daf183ce2a786ec7a2bbf505d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppbisidoarjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bonsaisidoarjo.files.wordpress.com/2010/05/kimeng-koleksi-fathur-probolinggo-blog.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kimeng koleksi Fathur Probolinggo - blog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syamsul Bachri, Batu: Belajar Bonsai Seperti Kungfu</title>
		<link>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2009/08/05/syamsul-bachri-batu-belajar-bonsai-seperti-kungfu/</link>
		<comments>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2009/08/05/syamsul-bachri-batu-belajar-bonsai-seperti-kungfu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 17:33:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppbisidoarjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[KLIPING]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Belajar bonsai itu seperti belajar kungfu. Kita harus menguasai dasar kuda-kuda yang kuat. Karena bonsai itu seni, maka istilah-istilah seni harus dikuasai. Selain itu, harus sering mengerjakan sendiri, bukan hanya sekadar baca buku. Menurut Syamsul Bachri, dasar-dasar parameter bonsai sebagai karya seni meliputi flow, komposisi, dimensi atau kedalaman dan keseimbangan (balance). “Keempat unsur ini harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&amp;blog=1906643&amp;post=142&amp;subd=bonsaisidoarjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belajar bonsai itu seperti belajar kungfu. Kita harus menguasai dasar kuda-kuda yang kuat. Karena bonsai itu seni, maka istilah-istilah seni harus dikuasai. Selain itu, harus sering mengerjakan sendiri, bukan hanya sekadar baca buku. <span id="more-142"></span></p>
<p>Menurut Syamsul Bachri, dasar-dasar parameter bonsai sebagai karya seni meliputi flow, komposisi, dimensi atau kedalaman dan keseimbangan (balance). “Keempat unsur ini harus dikuasai manakala ingin membuat bonsai yang bagus,” ujar mantan anggota Dewan Juri yang mengundurkan diri ini.<br />
Meski demikian, menurut Syamsul, tidak ada pakem dalam dunia bonsai. Apa yang disebut-sebut sebagai aturan membuat bonsai itu hanya semacam panduan untuk membuat bonsai yang baik. Tetapi bukan hanya itu satu-satunya panduan. Tergantung bonsai bagaimana yang hendak dibuat. Kalau toh harus disebut pakem, paling-paling syarat bonsai hanyalah berupa pohon yang berbatang keras, berumur panjang, berdaun kecil atau dapat dikecilkan.<br />
Tetapi sebagai pohon yang hidup, menurut mantan ketua PPBI Cabang Malang ini, seorang pembonsai juga harus menguasai aspek teknisnya atau nonseni.  Seperti misalnya melakukan pengawatan (wiring), pruning, tracking sampai dengan potting. Yang harus diperhatikan, bahwa kesan alami itu penting. Bahwa alam memang guru terbaik untuk belajar bonsai. Fenomena alam memang tidak salah.<br />
 Apakah bonsai dapat menjadi budaya Indonesia? “Sulit. Kecuali ada bonsai Indonesia yang juara dunia, atau ada senimannya yang menonjol,” jawab Syamsul.<br />
Harus diakui, tambahnya, bahwa bonsai bukan budaya Indonesia. Asal usulnya memang dari China, kemudian dikembangkan di Jepang. Belakangan China malah belajar dari Jepang. Ini karena karya bonsai China tidak ada yang bagus. Semua negara belajar bonsai dari Jepang, termasuk Indonesia. Jepang memang kiblatnya bonsai. Kita musti salut. Bisa menyamai saja sudah bagus. Meskipun, kita juga harus obyektif, bahwa tidak semua bonsai Jepang musti bagus.<br />
Ketika kemudian bonsai sering disebut-sebut sebagai karya seni, ada istilah bonsai kontemporer. Meskipun, dari segi fisiknya, bonsai yang belakangan disebut kontemporer itu memang sudah ada sejak dulu.<br />
Kata Syamsul, orang sering salah kaprah, menyebut bonsai kontemporer sebagai bonsai yang di-jin atau ditekuk-tekuk. Seharusnya, disebut kontemporer itu manakala terdapat perubahan drastis dari bentuk asalnya. Betul-betul ekstrim. Kalau perlu belajar pada Kimura, yang mampu menjadikan bonsai berubah secara total, dari awal hingga akhir.  Itulah namanya kontemporer.<br />
Junipers adalah jenis pohon yang ideal untuk ditekuk-tekuk kalau hendak membuat bonsai yang ekspresionis. Meski demikian, Syamsul lebih tertarik dengan bonsai gaya lama, seperti Chinensis gaya chokkan. Atau juga, Chinensis dengan gaya windswept.<br />
Mengaku sebagai perintis pusat bonsai di Pluit, Jakarta, bersama dengan Kuswanda, Syamsul sekarang lebih suka menenangkan diri di Batu, sebuah kota wisata di perbukitan. Dia membina Paguyuban Bonsai Kota Batu, yang kini punya anggota sekitar 50-an. Sudah dua kali pameran. Pertama di hotel Purnama, dua tahun lalu, diikuti 200 peserta, kelas Jadi dan Prospek. Pameran kedua  di Balai Desa Punten, akhir Maret lalu.  &#8211; hnc</p>
<p>(Tabloid Go Green edisi 7/2009)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bonsaisidoarjo.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bonsaisidoarjo.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bonsaisidoarjo.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bonsaisidoarjo.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bonsaisidoarjo.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bonsaisidoarjo.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bonsaisidoarjo.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bonsaisidoarjo.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bonsaisidoarjo.wordpress.com/142/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bonsaisidoarjo.wordpress.com&amp;blog=1906643&amp;post=142&amp;subd=bonsaisidoarjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bonsaisidoarjo.wordpress.com/2009/08/05/syamsul-bachri-batu-belajar-bonsai-seperti-kungfu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e38ed2daf183ce2a786ec7a2bbf505d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppbisidoarjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
