Kelas Bintang, Kelas yang Bergengsi

Sepanjang pameran bonsai yang diselenggarakan selama ini, baru kali inilah dibuka Kelas Bintang. Sebuah kelas bergengsi yang bakal mempertaruhkan bonsai-bonsai papan atas. Sebab, syarat untuk dapat mengikutinya cukup berat,yaitu harus pernah mendapatkan predikat Baik Sekali (bendera merah) sebanyak 3 (tiga) kali dalam Kelas Utama.

Biasanya, dalam pameran seni bonsai nasional, dibuka kelas Madya dan kelas Utama. Kelas madya diperuntukkan bagi bonsai yang belum pernah pameran dan/atau bonsai yang belum pernah mendapatkan penghargaan. Sedangkan kelas Utama diperuntukkan bagi bonsai yang pernah meraih predikat Baik Sekali (bendera merah) dalam kelas Madya.

Ternyata, dalam prakteknya banyak bonsai yang sudah pernah berpredikat Baik Sekali di kelas madya masih dipertahankan di kelas yang sama. Pemiliknya tidak berani mendaftarkan ke kelas Utama karena takut bersaing. Akibatnya, kelas Utama menjadi kurang peminat. Hal inilah yang sering terjadi di beberapa pameran nasional selama ini. Bahkan pernah ada pameran nasional yang jumlah peserta kelas Utama dibawah kuota yang ditetapkan, yaitu sebanyak 40 peserta.

Seharusnya, perlu ada ketegasan, bahwa bonsai yang pernah dapat bendera merah di kelas madya harus masuk kelas Utama. Celakanya, banyak penggemar bonsai yang masih senang bertahan di kelas Madya, semata-mata berburu bendera merah. Hanya saja, belakangan ini malah dibuka Kelas Prospek, yang menampung para pemula. Akibatnya, bonsai yang layak kelas madya malah diturunkan ke kelas Prospek, lagi-lagi untuk mengejar bendera merah.

Nah, pameran di PPBI Sidoarjo kali ini, tidak ada kelas prospek. Bukan bermaksud membatasi para pemula, sebab mereka dapat langsung masuk kelas madya. Bukankah tidak ada syarat apapun ikut kelas madya? Mumpung masih dibolehkan, sebab mulai tahun 2010 nanti PPBI Pusat mengeluarkan aturan, bahwa untuk ikut kelas madya harus pernah mendapatkan penghargaan Baik atau Baik Sekali di kelas Regional.

Di atas kelas Utama, sebetulnya tidak ada kontes lagi. Hanya saja, bonsai yang pernah mendapat bendera merah 3 kali dalam kelas Utama, berhak mendapat sertifikat kelas Gold. Kalau 6 kali mendapat sertifikat Platinum, sedangkan predikat Diamond dapat langsung disematkan bagi bonsai yang pernah meraih bendera merah kelas Utama sebanyak 9 kali. Hal ini tentu saja tidak menantang.

Maka dalam pameran kali ini, para jawara bonsai yang pernah mendapatkan minimal 3 kali bendera merah (Baik Sekali) dalam kelas Utama, akan dipertandingkan dalam kelas yang sama. Namanya Kelas Bintang. Beruntunglah mereka yang sudah mengoleksi bendera merah di kelas Utama, dan tidak “takut” bersaing di kelas utama dengan hanya bertahan di madya. (*)

3 Responses to “Kelas Bintang, Kelas yang Bergengsi”
1.
Priya, di/pada Maret 15th, 2009 pada 8:10 am Dikatakan: Edit Comment
wah…salut,aturan klasifikasi yang baik.yup,sudah seharusnya bonsai-bonsai harus bertanding sesuai dengan lawan-lawann di kelasnya
dan memang nampaknya harus ada ketegasan agar bonsai yang sudah mendapat bendera tidak di ijinkan lagi untuk mengikuti kelas madya.
kalo di biarkan terus menerus,di khawatirkan apresiasi untuk para memula akan berkurang.para pemula seperti saya akan enggan mengikuti kelas madya.dan ujung-ujungnya tidak akan muncul bonsai-bonsai di kelas madya yang baru
2.
wong ndeso, di/pada Maret 19th, 2009 pada 9:35 am Dikatakan: Edit Comment
Good idea.. Adanya kelas perguruan tinggi di event ini seharusnya diadakan lebih awal dari sekarang mengingat bonsai indonesia banyak yang sudah lulus smu dari dulu tapi tak punya wadah ke UMPT bonsai. Namun pertanyaannya…. sudahkah memadai para Dozen Bonsai Indonesia. Semoga tidak menjadi bumerang bagi PPBI cab. Sidoarjo yang sudah bekerja keras demi terwujudnya kemajuan bonsai Indonesia. Juri adalah ujung tombak kemajuan Bonsai Indonesia……. Untuk para juri…. jangan hiraukan tulisan saya karena saya hanya wong ndeso yang senengnya cuma nanem lombok ….karena lebih mudah di jual……
3.
Iman, di/pada Maret 21st, 2009 pada 4:57 pm Dikatakan: Edit Comment
Ide yang bagus, harus selalu ada ide yang fresh agar dunia bonsai tidak monoton. Walaupun secara pribadi, menggeluti dan mencintai hobi bonsai sebagai sarana berkontemplasi, namun tetap yang namanya kontes, coaching clinic dll perlu ada untuk menambah wawasan.
Selamat dan sukses untuk PPBI Sidoarjo, yang selalu berani tampil beda.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: