Wahong, Keindahan yang Spektakuler

wahongSecara alami, wahong memang memiliki keindahan yang spektakuler. Wahjudi D. Sutomo sangat terpesona dengan wahong ini. “Saya suka karena wahong bentuknya tidak umum,” kata Wahjudi. Tanpa harus di-jin, batang wahong sudah keropos oleh alam. Dan hasil pengeroposan alam ini luar biasa indahnya.

Lebih-lebih Sulistiyanto Suyoso, yang selama ini disebut-sebut sebagai pembonsai yang fanatik dengan gaya “kontemporer”. Setidaknya sudah dua kali ini Sulistiyanto mendatangi komunitas bonsai di Baturetno, dialog dan memberikan motivasi pada mereka.

Wahong memang disebut-sebut potensial sebagai bonsai kontemporer. Ada yang bilang, bakalan wahongnya saja sudah kontemporer. Meskipun, yang disebut “kontemporer” itu sendiri masih kabur. Pengertian gampangnya, “bentuknya tidak umum seperti kebanyakan bonsai lainnya”. Pertanyaannya, kalau semua atau banyak bonsai yang “kontemporer” lantas apakah yang gaya formal lantas beralih disebut kontemporer?

Terlepas dari istilah itu, beberapa kelebihan wahong antara lain:

- Karakternya kuat, tekstur bagus, ekspresif

- Batang keras, bahkan ketika keropos pun masih kuat

- Daun mudah mengecil sampai seper puluhan kali dari ukuran aslinya.

- Mudah hidup, tidak perlu ada akarnya, bahkan ditanam dalam posisi batang terbalik masih juga hidup

- Perbanyakan gampang, disetek juga bisa.

- Pertumbuhannya cepat, meski dengan konsekuensi rakus zat hara, harus sering ganti pot.

- Sangat potensial ditraining menjadi bonsai kontemporer – hnc

(Dimuat di majalah GREEN Hobby edisi XIII/2008)

Tinggalkan Balasan