Pertemuan PPBI Cabang Sidoarjo
Training Bonsai Cascade, adalah pilihan yang dilakukan dalam pertemuan anggota PPBI Cabang Sidoarjo bulan Juli yang baru lalu. Sebagai bahan diskusi, disediakan bonsai Waru India, milik Husny Bahasuan, ketua PPBI Cabang Sidoarjo yang kebetulan juga menjadi tuan rumah pertemuan.
Secara umum, bonsai itu memiliki gaya cascade (seperti air terjun kecil). Lantas muncul pertanyaan, dimanakah bagian depannya (front)? Apakah tampak depan itu harus dari samping? Bagaimana kalau dipandang dari depan? Bagaimana dengan model perantingannya? Dimanakah letak keindahannya? Maka bonsai itupun digunduli ramai-ramai, agar tahu persis model perantingannya.
Yang jelas, aturan-aturan bonsai yang selama ini disebut “pakem” untuk bonsai konvensional tidak mungkin diterapkan pada bonsai cascade. Pakem itu hanya berlaku untuk bonsai formal atau gaya tegak (chokan). Meskipun, gaya cascade disebut-sebut sebagai salah satu gaya dasar bonsai. Empat gaya lainnya adalah Formal, Informal, Slanting, dan Semi Cascade.
Bonsai cascade memang bertumpu pada keindahan lekuk liku batangnya yang menjulur ke bawah. Maka yang disebut-sebut “kepala” itu juga ada di bawah. Pusat perhatian (point of interest) justru terletak pada lekukan-lekukan batang tersebut. Maka program yang dilakukan adalah bagaimana memperindah juluran batang ke bawah itu tanpa harus tergantung adanya “kepala” di atas.
Membahas kasus bonsai waru ini, ditemukan bahwa batang utamanya masih terkesan flat (datar) sehingga diperlukan training lanjutan. Dalam hal membuat liukan batang ini, perlu diperhitungkan, bahwa semakin besar diameternya maka liukan itu semakin hilang. “Jadi kemungkinan ini sudah harus diantisipasi sejak batang masih kecil,” tutur Husny berdasarkan pengalamannya.
Lantas, dimana keindahan bonsai ini? Dalam diskusi ditemukan lagi, bahwa diperlukan reposisi. Yaitu posisi tanaman perlu dibuat sedikit miring sehingga lebih nampak dimensinya. - henri
(Majalah GREEN Hobby, No 12/2008)
DIarsipkan di bawah: Aktivitas
Salam bonsai,
Salam hormat saya pada pak Husny Bahasua dan PPBI Cab Sidoarjo yang sangat peduli pd kemajuan bonsai di tanah air, rela berbagi ilmu pada kami di daerah lain baik melalui tulisan di Majalah Green H maupun ketika saya berkunjung langsung ke Btg Diponggo, Maju terus bonsai Indonesia.
sekedar masukan utk bonsai jenis waru gaya mengantung seperti diatas sangan bagus tapi pot kurang menunjang untuk wadah dari bonsai tersebut karena terlalu besar alangkah baiknya di tempatkan pada pot bonsai yang agak kecil sedikt trim msri plg
mat sore pak dan dan salambonsai, saya sangat tertarik dengan bahan yang bapak tampilkan dalam rubrik ini,untuk lebih jelasnya pak tlg di kirimi contoh dan jenis bahan bonsai yang baru pak ? trims
wah aq suka sama yang satu ini ! sbb di daerah aq banyyak tuh waru itu nanti bisa 2X pagar Tetangga Pada hilang. tp ga apalaah demi memasyarakatkan bonsai perlu abang ketahui aq penggemar bonsai baru.